Beberapa hari terakhir, kita sebagai bagian dari rakyat Indonesia dikejutkan dengan kabar kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, salh satunya adalah kenaikan tarif dasar listrik. Kabar tersebut pun akhirnya mendapat tanggapan dari berbagai kalangan, salah satunya adalah dari teman-teman yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Pada hari ini, Kamis, 12 Januari 2017, BEM SI memutuskan untuk turun aksi ke jalan. Adapun jarkoman lengkap untuk aksi yang dilakukan hari ini:
Hidup Rakyat Indonesia!
Jika hari ini pemerintah sewenang-wenang dalam menetapkan kebijakan, serta saling lempar-melempar tanggung jawab, maka hanya ada satu kata, LAWAN!
Harga-harga naik di awal tahun 2017, menunjukan prospek dan kualitas kerja pemerintah yang nyata. NYATA MEMERAS RAKYATNYA!
Harga-harga naik di awal tahun 2017, menunjukan prospek dan kualitas kerja pemerintah yang nyata. NYATA MEMERAS RAKYATNYA!
Rezim kali ini seakan main-main, memerintah negara yang kualitasnya bukan main, sehingga harga diri bangsa serta kesejahteraan rakyat jauh dari kata bahagia. Maka, saya menyerukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia, turunlah ke jalan!
Ramaikan jalanan dan buatlah parlemen jalanan!
Jika hari ini parlemen sesungguhnya lemah dalam memanggul amanah. Turunlah ke jalan!
Ramaikan jalanan dan tetaplah menjadi singa di jalanan.
Aumkan keresahan rakyat atas kegagalan pemerintahan mengelola negara! Maka tetapkanlah!
12 Januari 2017
Sebagai aksi serentak mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia! Maka tetapkanlah!
Aksi 121 adalah aksi bela rakyat! Maka tetapkanlah!
Jika pemerintah masih bercanda mengelola negara
Maka REFORMASI JILID 2 harus menggelora! Bergeraklah!
Turunlah ke jalan!
Jika penjajahan masih ada, bahkan dari saudara sendiri
Maka semboyan kita tetap, MERDEKA ATAU MATI! “Karena memimpin tidak sebercanda itu.”
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Hidup Rakyat Indonesia!
TTD
KOORDINATOR PUSAT BEM SELURUH INDONESIA
Bagus Tito Wibisono
KOORDINATOR PUSAT BEM SELURUH INDONESIA
Bagus Tito Wibisono
---
Berbagai tanggapan pun muncul terhadap ajakan untuk melakukan aksi tersebut. Tentu saja, ada pihak yang pro dan yang kontra, seperti biasa ada saja pihak yang bisa jadi nyinyir terhadap aksi yang dilakukan. Namun, hal tersebut wajar adanya, karena setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda dan cara yang berbeda-beda untuk merespon sesuatu yang terjadi di sekitarnya, termasuk soal aksi 121. Mengenai aksi 121 yang menggaungkan Reformasi jilid 2 ini pun, mendapatkan tanggapan dari kelompok aktivis mahasiswa yang terlibat pada aksi di tahun 1998 (selengkapnya bisa dilihat di Aksi 121).
Bagi saya sendiri, aksi hari ini menjadi sebuah pilihan bagi siapapun terutama kepada mahasiswa yang diajak untuk beraksi, ikut turun atau tidak. Yang terpenting, apapun yang dilakukan oleh kita sebagai respon terhadap kebijakan pemerintah saat ini adalah tindakan untuk mengingatkan dan membuat pemerintah mengambil kebijakan yang berpihak pada rakyatnya bukan yang lain.

Komentar
Posting Komentar