Langsung ke konten utama

S9: Seminggu Sekali #14Wisuda!

Toga, kebaya, kemeja, rektor, pidato, dan foto-foto boleh jadi adalah hal-hal yang akan diingat ketika kita mulai bahas tentang wisuda. Wisuda, momen di mana jadi ajang untuk memberi apresiasi kepada orang-orang tercinta, terdekat, atau tersayang yang sudah menuntaskan masa studinya baik di strata satu, magister, bahkan doktoral. Nah, sebenarnya ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tentang wisuda. Apa aja sih?

Pertama, pengertian daripada wisuda itu sendiri....kalau menurut ke KBBI (cek di sini)sih:

wi.su.da

  • n peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat
Biasanya, wisuda juga bukan cuma untuk di perguruan tinggi (menyambut mahasiswa baru dan melepas mahasiswa lama) tapi biasa dipakai juga untuk wisuda para tahfidz (penghapal Quran) bahkan sampai wisuda taman kanak-kanak. Pada dasarnya, wisuda bukanlah hal yang wajib banget tapi untuk merayakan sekaligus menjadikan momen kelulusan berikut menyambut kembali agaknya wisuda menjadi salah satu alternatifnya. Pun, biasanya selama proses wisuda akan disertakan agenda-agenda lain salah satunya adalah pidato kelulusan yang disampaikan baik oleh rektor atau tokoh-tokoh lainnya. Adapun pidato yang disampaikan tentunya berkaitan dengan mengingatkan kembali tentang esensi dari pendidikan yang sudah dilalui dan pesan untuk menapaki langkah berikutnya setelah wisuda dituntaskan. Wisuda sendiri bukanlah sebuah garis finish, melainkan garis penanda awalan bahwa kehidupan yang sebenarnya, sudah siap menyambut kita.


Banyak hal yang boleh jadi kita pikirkan untuk menyambut wisuda, mulai dari perlengkapan pribadi yang biasanya berupa atribut seperti baju wisuda+toga beserta kawan-kawannya, alas kaki saat wisuda, make-up, hingga spot foto yang akan kita tempati untuk mengabadikan momen yang mungkin akan kita temui entah berapa tahun lagi saat kita menjadi wisudawan/wati. Hanya saja, itu bukan inti tetapi pendukung...bahwa sejatinya ketika menyambut wisuda, sudah barang tentu hal pertama yang harus kita pastikan adalah kita sudah benar-benar lulus dan menuntaskan tugas akhir baik berupa skripsi atau semacamnya...hehehe.

Untuk tambahan penyemangat, berikut adalah ink video pidato Steve Jobs (CEO Apple dan Pixar Animation) untuk Stanford University pada tahun 2005 (terinspirasi untuk membagi ini pasca penerima pelatihan beasiswa di tanggal 1 September 2018). Check it outSteve Jobs Stanford Commencement Address

Pada akhirnya, tulisan ini untuk sekedar refreshing sambil membaca hal-hal yang ringan dan sekaligus, ingin mengucapkan selamat atas kelulusan teman-teman, kakak-kakak, dan adik-adik sekalian.

Selamat melanjutkan perjuangan! Selamat dan semangat mengabdi untuk negeri!

_____
@ulfa.rodiah
Depok, 2 September 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Nurani Melawan Kezaliman

Judul di atas merupakan judul buku yang pernah saya baca sekitar sebulan yang lalu, saya lupa persis tanggalnya. Buku tersebut merupakan buku yang memuat surat-surat milik Moh.Hatta atau biasa kita kenal dengan sebutan Bung Hatta yang ditujukan langsung kepada partner-nya, belahan dwi-tunggalnya, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau kita kenal dengan sebutan Bung Karno. Surat-surat yang ditulis Bung Hatta kepada Bung Karno tersebut ditulis ketika Bung Hatta sudah resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1957. Surat tersebut ditulis dalam jangka waktu kuran-lebih delapan tahun dimulai sejak tahun 1957 sampai tahun 1965. Terdapat salah satu kutipan menarik pada salah satu halaman bukunya, tepatnya di halaman 27, bunyinya begini: .. ..biar saja pemimpin-pemimpin yang berkuasa sekarang berbuat apa saja dan mau ke mana sesuka hati mereka, dan akan berpaling dari pemimpin-pemimpin yang menipu mereka selama ini....terlihat kurang sekali perlawanan yang aktif di kal...

S9: #DARIBUKU: Berlatih untuk Bodo Amat

Mengalami dan merenungi (atau mungkin merefleksikan) tentang menjadi dewasa adalah dua hal yang berbeda. Mengalami menjadi dewasa nampaknya adalah hal mau tidak mau akan dialami oleh semua orang, disadari atau tidak. Berbeda halnya dengan merenungi tentang menjadi dewasa. Saya pikir, merenungi tentang menjadi dewasa adalah hal yang boleh jadi tidak dilakukan oleh setiap orang, hal tersebut mungkin dilakukaan oleh mereka yang menjadikan tentang menjadi dewasa lebih dari sekedar hal yang pasti, tapi lebih dari itu. Tentang menjadi dewasa....kita akan menapaki fase yang tentu saja tidak biasa. Kita akan tiba pada suatu fase di mana perasaan kita begitu diuji. Perasaan asing, merasa sendiri, merasa jauh dengan orang-orang yang dahulunya pernah dekat, dan berbagai perasaan lainnya. Ketika perasaan itu tiba, akhirnya kita pun cepat atau lambat akan menyadari tentang akar dari perasaan itu adalah rasa peduli yang masih kita tempatkan ke berbagai hal, hal-hal detail maupun hal-hal besar. ...