Langsung ke konten utama

S8: Selingan: Tidak Melulu tentang Kita (?)




Cerita ini tidak melulu tentang kita.
Bisa jadi cerita ini tentang (hanya) mereka, hanya dia, hanya kalian, atau hanya cerita tentang kami, atau justru hanya aku.

Kita bukannya tidak lagi ingin saling bertemu, kita boleh jadi hanya terlalu kelu untuk mengatakan atau sekedar menunjukkan bahwa sama-sama merindu.
Aku yakin, kita hanya malu.
Malu karena yang kita bawa ke sana ke mari, berhari-hari hingga berpuluh minggu hanyalah rindu yang menggebu.
Apa daya, malu lebih besar daripada rindu, hingga kita satu sama lain memilih membisu.
Iya, semoga saja anggapanku tidak keliru, bahwa kita hanya malu menunjukkan rindu.
Bukan sungguhan tidak ingin lagi bertemu.


Beberapa waktu lalu, aku memutuskan sesuatu.
Ingin menjauh dulu, mencari lingkungan baru.
Iya, sungguhan mencari lingkungan baru, agar aku bisa menemukan diksi yang tepat untuk mengucap rindu. Agar aku bisa menunjukkan bait-bait yang tepat dalam puisiku bahwa aku sungguhan rindu. Agar aku bisa mencari inspirasi gerak untuk memperlihatkan, bahwa aku…rindu.


Sejenak kelabu menghiasi langit di sekitarku.
Lama, sampai kemudian beberapa saat berlalu, berganti cerah pertanda hari baru.
Iya, aku masih berkutat dengan rindu itu sampai aku memutuskan hal yang tabu.

Izinkan aku pergi dulu. Bukan, bukan pergi. Ralat.
Izinkan aku mencari lingkungan baru, bergeser arah untuk membiarkan masing-masing kita memikirkan….bagaimana menerjemahkan rindu.

Percayalah, semua akan kembali. Semoga lebih baik dari yang terdahulu.

____
Dari yang masih gagap mengucap rindu.
Bogor, 21 Mei 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Nurani Melawan Kezaliman

Judul di atas merupakan judul buku yang pernah saya baca sekitar sebulan yang lalu, saya lupa persis tanggalnya. Buku tersebut merupakan buku yang memuat surat-surat milik Moh.Hatta atau biasa kita kenal dengan sebutan Bung Hatta yang ditujukan langsung kepada partner-nya, belahan dwi-tunggalnya, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau kita kenal dengan sebutan Bung Karno. Surat-surat yang ditulis Bung Hatta kepada Bung Karno tersebut ditulis ketika Bung Hatta sudah resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1957. Surat tersebut ditulis dalam jangka waktu kuran-lebih delapan tahun dimulai sejak tahun 1957 sampai tahun 1965. Terdapat salah satu kutipan menarik pada salah satu halaman bukunya, tepatnya di halaman 27, bunyinya begini: .. ..biar saja pemimpin-pemimpin yang berkuasa sekarang berbuat apa saja dan mau ke mana sesuka hati mereka, dan akan berpaling dari pemimpin-pemimpin yang menipu mereka selama ini....terlihat kurang sekali perlawanan yang aktif di kal...

S9: Seminggu Sekali #14Wisuda!

Toga, kebaya, kemeja, rektor, pidato, dan foto-foto boleh jadi adalah hal-hal yang akan diingat ketika kita mulai bahas tentang wisuda. Wisuda, momen di mana jadi ajang untuk memberi apresiasi kepada orang-orang tercinta, terdekat, atau tersayang yang sudah menuntaskan masa studinya baik di strata satu, magister, bahkan doktoral. Nah, sebenarnya ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tentang wisuda. Apa aja sih? Pertama, pengertian daripada wisuda itu sendiri....kalau menurut ke KBBI ( cek di sini )sih: wi.su.da n   peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat Biasanya, wisuda juga bukan cuma untuk di perguruan tinggi (menyambut mahasiswa baru dan melepas mahasiswa lama) tapi biasa dipakai juga untuk wisuda para tahfidz (penghapal Quran) bahkan sampai wisuda taman kanak-kanak. Pada dasarnya, wisuda bukanlah hal yang wajib banget tapi untuk merayakan sekaligus menjadikan momen kelulusan berikut menyambut kembali agaknya wisuda menjadi salah ...

S9: #DARIBUKU: Berlatih untuk Bodo Amat

Mengalami dan merenungi (atau mungkin merefleksikan) tentang menjadi dewasa adalah dua hal yang berbeda. Mengalami menjadi dewasa nampaknya adalah hal mau tidak mau akan dialami oleh semua orang, disadari atau tidak. Berbeda halnya dengan merenungi tentang menjadi dewasa. Saya pikir, merenungi tentang menjadi dewasa adalah hal yang boleh jadi tidak dilakukan oleh setiap orang, hal tersebut mungkin dilakukaan oleh mereka yang menjadikan tentang menjadi dewasa lebih dari sekedar hal yang pasti, tapi lebih dari itu. Tentang menjadi dewasa....kita akan menapaki fase yang tentu saja tidak biasa. Kita akan tiba pada suatu fase di mana perasaan kita begitu diuji. Perasaan asing, merasa sendiri, merasa jauh dengan orang-orang yang dahulunya pernah dekat, dan berbagai perasaan lainnya. Ketika perasaan itu tiba, akhirnya kita pun cepat atau lambat akan menyadari tentang akar dari perasaan itu adalah rasa peduli yang masih kita tempatkan ke berbagai hal, hal-hal detail maupun hal-hal besar. ...