Langsung ke konten utama

Review Buku: "Obat Terlarang" Jenis Baru

"Pikiran anak bukanlah wadah untuk diisi, melainkan api yang harus dinyalakan,"
-D. Brande 


Buku yang saya review kali ini adalah The Drug of The New Millenium (Narkoba Millenium Baru). Buku yang berusaha memberi penjelasan ilmiah tentang cara pornografi di internet dapat mengubah otak manusia secara radikal. Buku ini ditulis oleh Mark B. Kastleman (sudah diterjemahkan).



Awal mula saya menemukan buku ini adalah ketika mampir ke kamar seorang kawan yang sedang menjalankan tugas sebagai supervisor, saya melihat tumpukan buku dan bertanya apakah buku-bukunya boleh dipinjam (oh iya buku ini ternyata milik salah satu kawan juga yang sekarang berjuang di sebuah komunitas, makasih ya bukunya hehe). Hampir semua bukunya menarik, tetapi saya memilih buku ini saja karena beberapa alasan. Pertama karena judulnya, kedua karena cover buku yang sederhana, ketiga karena tidak terlalu tebal, dan yang terakhir karena setelah saya baca kata pengantar serta daftar isinya.... sepertinya bagus. 

Oh iya, sebenarnya buku ini sudah saya selesaikan sejak beberapa waktu lalu dan saya baru bisa mereviewnya sekarang. Apa yang saya dapatkan dari membaca buku ini? Saya mendapatkan banyak hal (tentu saja), berikut ini penjelasan singkatnya. 

Pertama, saya akhirnya sepakat dengan penyebutan istilah "the drug" pada pornografi di era yang sudah sangat canggih karena keberadaan internet. Hal tersebut berangkat dari efek dari konsumsi pornografi yang ternyata juga membuat kecanduan dan dapat menimbulkan banyak kerugian lainnya. Dalam waktu yang singkat dan sementara mungkin terkesan melegakan bagi yang mengkonsumsinya, namun kerugian yang besar menanti setelahnya. Kedua, ternyata konsumen pornografi tidak hanya laki-laki, tetapi juga wanita. Pada keduanya terdapat perbedaan menuju "fase ketergantungan" terhadap pornografi ini, namun efek kerugiannya sama besar. Hal tersebut didasarkan pada penelitian bahwa terdapat perbedaan pada proses yang dialami oleh otak laki-laki dan perempuan saat mengonsumsi pornografi. Ketiga, pornografi tidak hanya menjadi masalah atau bahkan ancaman bagi orang-orang yang sudah dewasa secara umur, pornografi bisa juga menjadi ancaman bagi anak-anak di bawah umur. Di dalam buku ini juga turut dipaparkan berbagai fakta yang mencengangkan, termasuk bagaimana pornografi adalah sesuatu yang menjadi bisnis dengan keuntungan yang tidak sedikit.

Sang penulis, Mark Kastleman memberikan pesan pada kita semua dalam kata pengantar dalam buku ini,
"SEKARANG adalah waktunya untuk bertindak! SEKARANG adalah waktu untuk bangkit dan menyatakan, "Sudah cukup, tsunami pornografi ini tidak akan merusak lebih jauh lagi!" Untuk anak-anak Anda, untuk keluarga Anda, untuk bangsa Anda yang besar, untuk masa depan Anda!"


*untuk #bukaan #bukuakhirpekan kali ini!


_____
Depok, Juni 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Nurani Melawan Kezaliman

Judul di atas merupakan judul buku yang pernah saya baca sekitar sebulan yang lalu, saya lupa persis tanggalnya. Buku tersebut merupakan buku yang memuat surat-surat milik Moh.Hatta atau biasa kita kenal dengan sebutan Bung Hatta yang ditujukan langsung kepada partner-nya, belahan dwi-tunggalnya, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau kita kenal dengan sebutan Bung Karno. Surat-surat yang ditulis Bung Hatta kepada Bung Karno tersebut ditulis ketika Bung Hatta sudah resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1957. Surat tersebut ditulis dalam jangka waktu kuran-lebih delapan tahun dimulai sejak tahun 1957 sampai tahun 1965. Terdapat salah satu kutipan menarik pada salah satu halaman bukunya, tepatnya di halaman 27, bunyinya begini: .. ..biar saja pemimpin-pemimpin yang berkuasa sekarang berbuat apa saja dan mau ke mana sesuka hati mereka, dan akan berpaling dari pemimpin-pemimpin yang menipu mereka selama ini....terlihat kurang sekali perlawanan yang aktif di kal...

S9: Seminggu Sekali #14Wisuda!

Toga, kebaya, kemeja, rektor, pidato, dan foto-foto boleh jadi adalah hal-hal yang akan diingat ketika kita mulai bahas tentang wisuda. Wisuda, momen di mana jadi ajang untuk memberi apresiasi kepada orang-orang tercinta, terdekat, atau tersayang yang sudah menuntaskan masa studinya baik di strata satu, magister, bahkan doktoral. Nah, sebenarnya ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tentang wisuda. Apa aja sih? Pertama, pengertian daripada wisuda itu sendiri....kalau menurut ke KBBI ( cek di sini )sih: wi.su.da n   peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat Biasanya, wisuda juga bukan cuma untuk di perguruan tinggi (menyambut mahasiswa baru dan melepas mahasiswa lama) tapi biasa dipakai juga untuk wisuda para tahfidz (penghapal Quran) bahkan sampai wisuda taman kanak-kanak. Pada dasarnya, wisuda bukanlah hal yang wajib banget tapi untuk merayakan sekaligus menjadikan momen kelulusan berikut menyambut kembali agaknya wisuda menjadi salah ...

S9: #DARIBUKU: Berlatih untuk Bodo Amat

Mengalami dan merenungi (atau mungkin merefleksikan) tentang menjadi dewasa adalah dua hal yang berbeda. Mengalami menjadi dewasa nampaknya adalah hal mau tidak mau akan dialami oleh semua orang, disadari atau tidak. Berbeda halnya dengan merenungi tentang menjadi dewasa. Saya pikir, merenungi tentang menjadi dewasa adalah hal yang boleh jadi tidak dilakukan oleh setiap orang, hal tersebut mungkin dilakukaan oleh mereka yang menjadikan tentang menjadi dewasa lebih dari sekedar hal yang pasti, tapi lebih dari itu. Tentang menjadi dewasa....kita akan menapaki fase yang tentu saja tidak biasa. Kita akan tiba pada suatu fase di mana perasaan kita begitu diuji. Perasaan asing, merasa sendiri, merasa jauh dengan orang-orang yang dahulunya pernah dekat, dan berbagai perasaan lainnya. Ketika perasaan itu tiba, akhirnya kita pun cepat atau lambat akan menyadari tentang akar dari perasaan itu adalah rasa peduli yang masih kita tempatkan ke berbagai hal, hal-hal detail maupun hal-hal besar. ...