"Bertanyalah tentang apa saja, sebab dunia ini terlalu luas untuk dijelajahi dan pikiranmu adalah kata-kata yang tak seharusnya dibungkam........sepi tak selalu membunuh, malah sepi dapat menghidupkan kreativitas yang kita miliki. Tinggal bagaimana kita dapat menyiasati kesendirian menjadi hal-hal yang sangat berarti, bukan hanya bagi diri kita dan orang-orang yang kita rindukan, tetapi juga bagi semesta alam." (Nawa Aziz dalam Suka Duka Hidup di Australia, hal.255-256)
Buku ini saya dapatkan saat mengunjungi garage sale di sebuah acara penggalangan dana di daerah Pondok Cina pada tahun lalu, bersamaan dengan dua buku lainnya. Bukunya bukan buku baru, tapi isinya baru bagi saya karena baru saja selesai membacanya. Judul dan covernya menarik, pun saat membaca daftar isi serta penjelasan singkat di bagian belakang buku semakin membuat yakin untuk memilih buku ini dan memasukkan ke dalam antrian baca. Oh iya, harganya pun terjangkau, cocok untuk kantong saya yang tipis macam kartu ATM.
Ini adalah buku yang menampilkan sekumpulan kisah orang-orang Indonesia yang pernah merasakan hidup di Australia. Kisah tersebut dibagikan dalam sekat-sekat sebanyak tujuh catatan, mulai dari pendidikan, akomodasi, transportasi, hamil & melahirkan, childcare, kisah hidup, dan berkeliling di negeri kangguru tersebut. Buku ini cukup mampu menampilkan gambaran bagaimana rasanya pahit-asam-asin-manis tinggal & hidup cukup lama di negara yang cukup dekat dengan Indonesia itu.
Bahasa yang digunakan dalam buku ini pun ringan & yang pasti mudah dipahami, mampu membawa kita sejenak membayangkan bagaimana suasana ketika suatu hari nanti (siapa tahu) kita bisa mencicipi suasana tinggal di Australia. Seperti yang disampaikan dalam testimoni beberapa tokoh, buku ini cocok untuk dibaca bagi siapapun dengan profesi apapun yang penasaran bagaimana sih hidup di Australia dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Dari buku ini, kisah favorit bagi saya ada di catatan kisah kehidupan berjudul "Note to My Son".
Penasaran dan mau menemukan kisah favoritmu juga di buku ini? Hehe
Yay!
#bukaan pasca hari raya! sekalian untuk #persekutuanbuku #daripadadilemari ye kan
#sukadukahidupdiAustralia

Komentar
Posting Komentar