Langsung ke konten utama

S9: KENAPA SI?

Kenapa?

Tidak harus terjawab atau dijawab dengan awalan ...karena. Kenapa merupakan pertanyaan yang memiliki makna tidak biasa, pertanyaan yang bisa menggali sejauh mana keyakinan seseorang dalam melakukan sesuatu atau dalam menghasilkan karya. Pada tulisan ini, saya ingin melatih sejauh mana saya yakin bahwa belajar tidak hanya membaca, tetapi bisa dalam bentuk aktivitas menulis. Aktivitas tersebut saya tunjukkan dengan mulai menulis lalu memublikasikannya sehingga lahirlah tulisan ini. Saya percaya, meskipun tulisan ini belum komprehensif, seiring perjalanan akan ada berbagai hal yang memperkaya tulisan saya sehingga cukup layak untuk disebut sebagai tulisan yang komprehensif.

___
Alasan adalah hal yang penting untuk menjadi landasan dalam melakukan segala sesuatu. Hanya saja, ketika terlalu banyak, itu lain kasusnya. Hmm, atau mungkin lebih tepat agaknya kita sebut saja dengan argumentasi. Argumentasi adalah sesuatu yang penting sebagai landasan dalam melakukan segala hal. 

Oke, terus kenapa Ul nulis ini?

Hmmm kenapa yaa....pasti heran gitu kan, kenapa nulis ini gituloh, ngapain si.
Jawabannya sederhana, karena saya percaya kalau banyak yang ditahan itu sangat tidak enak, kalau mau buang air ditahan ga enak, kalau ingin bersin ditahan ga enak, kalau ingin istirahat tapi ditahan-tahan juga ga enak, so...saya banyak menahan untuk nulis-nulis apa yang mengganjel di kepala (dan hati saya, ea) setelah mengalami sesuatu, ngobrol sama orang lain atau orang yang deket, nonton video atau film, dan juga baca buku. Sesederhana, saya mau ide saya dieksekusi, dah itu. Ya saya percaya, mungkin bagus gitu di kepala saya bergumul banyak ide A sampai Z bahkan lebih banyak dari itu (dan tidak terbilang) tapi ya ide hanyalah ide, seribu ide ga berarti apa-apa dibandingkan dengan satu ide saja yang dieksekusi.
Iya, jadi......kenapa nulis ini Ul? *muter lagi, pusing kan*
karena.... Ulfa ingin mengeksekusi idenya. 


Nah, terus gimana? Maksudnya, iya tau nih kenapa nulis ini....terus?

Ya engga gimana-gimana sih. Saya akhirnya buka laptop, nyalain, buka blogspot dan login terus masuk ke halaman new entri, dan saya langsung mulai ngetik (iya kalo di laptop kan saya engga mungkin nulis pake pulpen atau spidol ya). Apa yang mengganjel akhirnya saya tulis, meskipun mungkin yaa akan jadi serandom itu. Saya cuma berdoa, semoga tulisan nanti cukup teratur untuk dibaca atau setidaknya ada yang dimengerti lah ya. Awalnya saya takut dan lebih ke males nulis karena saya merasa ga cukup sumber dan pusing banget gimana mikirin teknisnya serta embel-embel lainnya. Terus tetiba saya inget pernah ngambil mata kuliah penulisan populer, bahwa takut salah dan malas menjadi dua di antara beberapa penyakit dalam menulis, entah dia orang yang pendatang baru atau sudah ahli dalam tulis menulis. Gimana? Ya saya mulai dan menyelesaikan tulisan ini. 
Kamu mau kapan?


Iya udah mulai nulis, terus apa?

Saya sudah nulis, bahkan sampai dengan bagian ini. Apa? Saya sudah menghasilkan satu tulisan, terlepas dari tulisan ini beraturan atau sangat acak. Poin pentingnya, buat saya, yang penting saya sudah berhasil mewujudkan ide saya untuk menulis, atau lebih tepatnya menulis lagi (di blog ini) setelah sekitar tiga pekan lamanya saya tidak pernah menengok ke blog ini. Alhamdulillah, yeay!

...
Sekilas, emang engga ada yang istimewa dari tulisan ini dan pada kenyataannya memang demikian. Tulisan ini sejatinya sebagai upaya saya untuk melawan diri sendiri aja sih. Bagaimana akhirnya bisa mengeksekusi ide, sekedar ide ingin menulis apa yang mengganjel. Saya juga sekalian belajar bodo amat dengan banyaknya kekurangan dalam tulisan ini, siapa peduli? Untuk memulai segala sesuatu engga langsung sempurna, yang terpenting jangan pernah berhenti buat memulai dan mencoba, meskipun yaa sebanyak itu mencoba sebanyak itu pula kita gagal. Ga peduli, yang penting kita sudah berusaha dan mencoba daripada diem aja ya kan. Diri kita terlalu berharga untuk sekedar diem-diem bae. Ayo gerak.

_____
@ulfa.rodiah
Depok, 2 Desember 2018
*btw, saya baru tau kalo tanggal ini tuh 212 haha dan ternyata ada reuni 212. Eh maaf oot*

Komentar

  1. Hahahaha lucu sekali. Sangat menghibur. Dan benar, tulislah apa yang ingin kau tulis 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheh makasih loh El udah baca, meskipun tulisannya ngablu wkwk

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Nurani Melawan Kezaliman

Judul di atas merupakan judul buku yang pernah saya baca sekitar sebulan yang lalu, saya lupa persis tanggalnya. Buku tersebut merupakan buku yang memuat surat-surat milik Moh.Hatta atau biasa kita kenal dengan sebutan Bung Hatta yang ditujukan langsung kepada partner-nya, belahan dwi-tunggalnya, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau kita kenal dengan sebutan Bung Karno. Surat-surat yang ditulis Bung Hatta kepada Bung Karno tersebut ditulis ketika Bung Hatta sudah resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1957. Surat tersebut ditulis dalam jangka waktu kuran-lebih delapan tahun dimulai sejak tahun 1957 sampai tahun 1965. Terdapat salah satu kutipan menarik pada salah satu halaman bukunya, tepatnya di halaman 27, bunyinya begini: .. ..biar saja pemimpin-pemimpin yang berkuasa sekarang berbuat apa saja dan mau ke mana sesuka hati mereka, dan akan berpaling dari pemimpin-pemimpin yang menipu mereka selama ini....terlihat kurang sekali perlawanan yang aktif di kal...

S9: Seminggu Sekali #14Wisuda!

Toga, kebaya, kemeja, rektor, pidato, dan foto-foto boleh jadi adalah hal-hal yang akan diingat ketika kita mulai bahas tentang wisuda. Wisuda, momen di mana jadi ajang untuk memberi apresiasi kepada orang-orang tercinta, terdekat, atau tersayang yang sudah menuntaskan masa studinya baik di strata satu, magister, bahkan doktoral. Nah, sebenarnya ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tentang wisuda. Apa aja sih? Pertama, pengertian daripada wisuda itu sendiri....kalau menurut ke KBBI ( cek di sini )sih: wi.su.da n   peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat Biasanya, wisuda juga bukan cuma untuk di perguruan tinggi (menyambut mahasiswa baru dan melepas mahasiswa lama) tapi biasa dipakai juga untuk wisuda para tahfidz (penghapal Quran) bahkan sampai wisuda taman kanak-kanak. Pada dasarnya, wisuda bukanlah hal yang wajib banget tapi untuk merayakan sekaligus menjadikan momen kelulusan berikut menyambut kembali agaknya wisuda menjadi salah ...

S9: #DARIBUKU: Berlatih untuk Bodo Amat

Mengalami dan merenungi (atau mungkin merefleksikan) tentang menjadi dewasa adalah dua hal yang berbeda. Mengalami menjadi dewasa nampaknya adalah hal mau tidak mau akan dialami oleh semua orang, disadari atau tidak. Berbeda halnya dengan merenungi tentang menjadi dewasa. Saya pikir, merenungi tentang menjadi dewasa adalah hal yang boleh jadi tidak dilakukan oleh setiap orang, hal tersebut mungkin dilakukaan oleh mereka yang menjadikan tentang menjadi dewasa lebih dari sekedar hal yang pasti, tapi lebih dari itu. Tentang menjadi dewasa....kita akan menapaki fase yang tentu saja tidak biasa. Kita akan tiba pada suatu fase di mana perasaan kita begitu diuji. Perasaan asing, merasa sendiri, merasa jauh dengan orang-orang yang dahulunya pernah dekat, dan berbagai perasaan lainnya. Ketika perasaan itu tiba, akhirnya kita pun cepat atau lambat akan menyadari tentang akar dari perasaan itu adalah rasa peduli yang masih kita tempatkan ke berbagai hal, hal-hal detail maupun hal-hal besar. ...