Kenapa?
Tidak harus terjawab atau dijawab dengan awalan ...karena. Kenapa merupakan pertanyaan yang memiliki makna tidak biasa, pertanyaan yang bisa menggali sejauh mana keyakinan seseorang dalam melakukan sesuatu atau dalam menghasilkan karya. Pada tulisan ini, saya ingin melatih sejauh mana saya yakin bahwa belajar tidak hanya membaca, tetapi bisa dalam bentuk aktivitas menulis. Aktivitas tersebut saya tunjukkan dengan mulai menulis lalu memublikasikannya sehingga lahirlah tulisan ini. Saya percaya, meskipun tulisan ini belum komprehensif, seiring perjalanan akan ada berbagai hal yang memperkaya tulisan saya sehingga cukup layak untuk disebut sebagai tulisan yang komprehensif.
___
Oke, terus kenapa Ul nulis ini?
Tidak harus terjawab atau dijawab dengan awalan ...karena. Kenapa merupakan pertanyaan yang memiliki makna tidak biasa, pertanyaan yang bisa menggali sejauh mana keyakinan seseorang dalam melakukan sesuatu atau dalam menghasilkan karya. Pada tulisan ini, saya ingin melatih sejauh mana saya yakin bahwa belajar tidak hanya membaca, tetapi bisa dalam bentuk aktivitas menulis. Aktivitas tersebut saya tunjukkan dengan mulai menulis lalu memublikasikannya sehingga lahirlah tulisan ini. Saya percaya, meskipun tulisan ini belum komprehensif, seiring perjalanan akan ada berbagai hal yang memperkaya tulisan saya sehingga cukup layak untuk disebut sebagai tulisan yang komprehensif.
Alasan adalah hal yang penting untuk menjadi landasan dalam melakukan segala sesuatu. Hanya saja, ketika terlalu banyak, itu lain kasusnya. Hmm, atau mungkin lebih tepat agaknya kita sebut saja dengan argumentasi. Argumentasi adalah sesuatu yang penting sebagai landasan dalam melakukan segala hal.
Hmmm kenapa yaa....pasti heran gitu kan, kenapa nulis ini gituloh, ngapain si.
Jawabannya sederhana, karena saya percaya kalau banyak yang ditahan itu sangat tidak enak, kalau mau buang air ditahan ga enak, kalau ingin bersin ditahan ga enak, kalau ingin istirahat tapi ditahan-tahan juga ga enak, so...saya banyak menahan untuk nulis-nulis apa yang mengganjel di kepala (dan hati saya, ea) setelah mengalami sesuatu, ngobrol sama orang lain atau orang yang deket, nonton video atau film, dan juga baca buku. Sesederhana, saya mau ide saya dieksekusi, dah itu. Ya saya percaya, mungkin bagus gitu di kepala saya bergumul banyak ide A sampai Z bahkan lebih banyak dari itu (dan tidak terbilang) tapi ya ide hanyalah ide, seribu ide ga berarti apa-apa dibandingkan dengan satu ide saja yang dieksekusi.
Iya, jadi......kenapa nulis ini Ul? *muter lagi, pusing kan*
karena.... Ulfa ingin mengeksekusi idenya.
Iya, jadi......kenapa nulis ini Ul? *muter lagi, pusing kan*
karena.... Ulfa ingin mengeksekusi idenya.
Nah, terus gimana? Maksudnya, iya tau nih kenapa nulis ini....terus?
Ya engga gimana-gimana sih. Saya akhirnya buka laptop, nyalain, buka blogspot dan login terus masuk ke halaman new entri, dan saya langsung mulai ngetik (iya kalo di laptop kan saya engga mungkin nulis pake pulpen atau spidol ya). Apa yang mengganjel akhirnya saya tulis, meskipun mungkin yaa akan jadi serandom itu. Saya cuma berdoa, semoga tulisan nanti cukup teratur untuk dibaca atau setidaknya ada yang dimengerti lah ya. Awalnya saya takut dan lebih ke males nulis karena saya merasa ga cukup sumber dan pusing banget gimana mikirin teknisnya serta embel-embel lainnya. Terus tetiba saya inget pernah ngambil mata kuliah penulisan populer, bahwa takut salah dan malas menjadi dua di antara beberapa penyakit dalam menulis, entah dia orang yang pendatang baru atau sudah ahli dalam tulis menulis. Gimana? Ya saya mulai dan menyelesaikan tulisan ini.
Kamu mau kapan?
Iya udah mulai nulis, terus apa?
Saya sudah nulis, bahkan sampai dengan bagian ini. Apa? Saya sudah menghasilkan satu tulisan, terlepas dari tulisan ini beraturan atau sangat acak. Poin pentingnya, buat saya, yang penting saya sudah berhasil mewujudkan ide saya untuk menulis, atau lebih tepatnya menulis lagi (di blog ini) setelah sekitar tiga pekan lamanya saya tidak pernah menengok ke blog ini. Alhamdulillah, yeay!
...
Sekilas, emang engga ada yang istimewa dari tulisan ini dan pada kenyataannya memang demikian. Tulisan ini sejatinya sebagai upaya saya untuk melawan diri sendiri aja sih. Bagaimana akhirnya bisa mengeksekusi ide, sekedar ide ingin menulis apa yang mengganjel. Saya juga sekalian belajar bodo amat dengan banyaknya kekurangan dalam tulisan ini, siapa peduli? Untuk memulai segala sesuatu engga langsung sempurna, yang terpenting jangan pernah berhenti buat memulai dan mencoba, meskipun yaa sebanyak itu mencoba sebanyak itu pula kita gagal. Ga peduli, yang penting kita sudah berusaha dan mencoba daripada diem aja ya kan. Diri kita terlalu berharga untuk sekedar diem-diem bae. Ayo gerak.
_____
@ulfa.rodiah
Depok, 2 Desember 2018
*btw, saya baru tau kalo tanggal ini tuh 212 haha dan ternyata ada reuni 212. Eh maaf oot*
Ntup! ^^)b
BalasHapusMantap haha makasih mbah sudah mampir!!!
HapusHahahaha lucu sekali. Sangat menghibur. Dan benar, tulislah apa yang ingin kau tulis 😂
BalasHapusHeheh makasih loh El udah baca, meskipun tulisannya ngablu wkwk
Hapus