Langsung ke konten utama

S9: Tulisan Tematik #Zakat (Bagian 2)

Kembali dengan tulisan bertema tentang zakat. Nah buat yang belum sempat baca tulisan pertama tentang zakat, silakan akses di sini. Engga jauh dari tulisan yang pertama, tulisan di bagian kedua masih menyinggung tentang pengertian zakat.

Sebelum masuk ke pengertian berikutnya, perlu kita refresh kembali ingatan kita soal zakat yakni perintah dari Allah Swt. salah satunya yang tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 43, yang artinya:

Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan ruku' lah beserta orang-orang yang ruku'.

Kalau kemarin kita sudah sama-sama membaca pengertian zakat merujuk kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kali ini kita akan segera mengetahui pengertian tentang zakat yang tercantum dalam undang-undang yang mengatur tentang zakat itu sendiri. Cek gambar di bawah ini yuk!


Intinya hampir sama, tentang harta yang dikeluarkan dan hal tersebut diatur sesuai dengan syariat. Besaran, waktu pengeluaran zakat, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan zakat diatur dalam syarat zakat. Adapun syarat zakat antara lain beragama Islam dan merdeka, baligh, dan berakal. Selain itu, untuk harta yang akan dikeluarkan sebagai zakat harus memenuhi syarat sebagai berikut: (1) harta tersebut dimiliki secara sempurna, (2) harta tersebut adalah harta yang berkembang, (3) harta tersebut telah mencapai nishab, (4) telah mencapai haul (harta tersebut bertahan selama setahun), (5) harta tersebut merupakan kelebihan dari kebutuhan pokok (*). Adapula benda-benda yang dikenai zakat yakni perhiasan (emas, perak), harta berupa uang, ternak (kambing, sapi, atau unta), dan juga hasil pertanian.

Gimana?

Semoga menambah pencerahan soal zakat atau minimal merefresh ingatan kita soal zakat. Masih banyak lagi hal-hal lain seputar zakat, misalnya bagaimana zakat di Indonesia, siapa sih yang mengelola zakat di Indonesia, dan kita juga bisa meneropong zakat di dunia internasional!.


Bersambung....

___
(*) Daftar Acuan
Al Quran
http://baznas.go.id
http://pid.baznas.go.id


_____
@ulfa.rodiah
Depok, 15 Juli 2018

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Nurani Melawan Kezaliman

Judul di atas merupakan judul buku yang pernah saya baca sekitar sebulan yang lalu, saya lupa persis tanggalnya. Buku tersebut merupakan buku yang memuat surat-surat milik Moh.Hatta atau biasa kita kenal dengan sebutan Bung Hatta yang ditujukan langsung kepada partner-nya, belahan dwi-tunggalnya, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau kita kenal dengan sebutan Bung Karno. Surat-surat yang ditulis Bung Hatta kepada Bung Karno tersebut ditulis ketika Bung Hatta sudah resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1957. Surat tersebut ditulis dalam jangka waktu kuran-lebih delapan tahun dimulai sejak tahun 1957 sampai tahun 1965. Terdapat salah satu kutipan menarik pada salah satu halaman bukunya, tepatnya di halaman 27, bunyinya begini: .. ..biar saja pemimpin-pemimpin yang berkuasa sekarang berbuat apa saja dan mau ke mana sesuka hati mereka, dan akan berpaling dari pemimpin-pemimpin yang menipu mereka selama ini....terlihat kurang sekali perlawanan yang aktif di kal...

S9: Seminggu Sekali #14Wisuda!

Toga, kebaya, kemeja, rektor, pidato, dan foto-foto boleh jadi adalah hal-hal yang akan diingat ketika kita mulai bahas tentang wisuda. Wisuda, momen di mana jadi ajang untuk memberi apresiasi kepada orang-orang tercinta, terdekat, atau tersayang yang sudah menuntaskan masa studinya baik di strata satu, magister, bahkan doktoral. Nah, sebenarnya ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tentang wisuda. Apa aja sih? Pertama, pengertian daripada wisuda itu sendiri....kalau menurut ke KBBI ( cek di sini )sih: wi.su.da n   peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat Biasanya, wisuda juga bukan cuma untuk di perguruan tinggi (menyambut mahasiswa baru dan melepas mahasiswa lama) tapi biasa dipakai juga untuk wisuda para tahfidz (penghapal Quran) bahkan sampai wisuda taman kanak-kanak. Pada dasarnya, wisuda bukanlah hal yang wajib banget tapi untuk merayakan sekaligus menjadikan momen kelulusan berikut menyambut kembali agaknya wisuda menjadi salah ...

S9: #DARIBUKU: Berlatih untuk Bodo Amat

Mengalami dan merenungi (atau mungkin merefleksikan) tentang menjadi dewasa adalah dua hal yang berbeda. Mengalami menjadi dewasa nampaknya adalah hal mau tidak mau akan dialami oleh semua orang, disadari atau tidak. Berbeda halnya dengan merenungi tentang menjadi dewasa. Saya pikir, merenungi tentang menjadi dewasa adalah hal yang boleh jadi tidak dilakukan oleh setiap orang, hal tersebut mungkin dilakukaan oleh mereka yang menjadikan tentang menjadi dewasa lebih dari sekedar hal yang pasti, tapi lebih dari itu. Tentang menjadi dewasa....kita akan menapaki fase yang tentu saja tidak biasa. Kita akan tiba pada suatu fase di mana perasaan kita begitu diuji. Perasaan asing, merasa sendiri, merasa jauh dengan orang-orang yang dahulunya pernah dekat, dan berbagai perasaan lainnya. Ketika perasaan itu tiba, akhirnya kita pun cepat atau lambat akan menyadari tentang akar dari perasaan itu adalah rasa peduli yang masih kita tempatkan ke berbagai hal, hal-hal detail maupun hal-hal besar. ...