Langsung ke konten utama

S9: Tulisan Tematik #Zakat (Bagian 1)

  Dewasa ini kita sudah begitu sadar bahwa kebutuhan kita dari hari ke hari semakin meningkat. Kebutuhan akan pendidikan, hiburan, kesehatan, hingga kebutuhan ekonomi. Di antara kebutuhan-kebutuhan tersebut, kita pun sadar bahwa semuanya penting, meskipun jika diurutkan semuanya memiliki level prioritas yang berbeda. Termasuk bagi kebutuhan untuk level negara seperti Indonesia, kebutuhan tersebut tentu tidak bisa dilepaskan karena untuk ukuran negara, kebutuhan pribadi penduduknya yang bersatu menjadi kebutuhan masyarakat sudah merupakan prioritas untuk dipenuhi. Mengambil contoh, salah satu kebutuhan yang turut menjadi perhatian pemerintah dalam upaya pemenuhan kebutuhan negara adalah kebutuhan di bidang ekonomi. Kenapa ekonomi? Karena mau tidak mau ekonomi menjadi salah satu kunci mengukur seberapa maju dan sejahtera sebuah negara.

Saya bukan ahli di bidang ekonomi, tetapi saya juga tidak bisa sepenuhnya membiarkan diri saya buta akan pengetahuan tentang ekonomi. Sekurang-kurangnya saya berusaha mengenali beberapa hal populer berkaitan dengan ekonomi yang sering saya (dan boleh jadi teman-teman) jumpai. Di antara usaha saya tersebut, saya disadarkan dalam sebuah pelatihan singkat satu hari yang lalu tentang suatu hal yang berada di lingkup ekonomi terkadang luput dari perhatian, zakat.

Hmm, zakat?
Iya, zakat. Saya pun baru tersadar dari ketidaktahuan saya. Zakat merupakan salah satu bagian dari lingkup ekonomi yang besar. Zakat merupakan sesuatu yang ternyata punya banyak keunggulan. Hanya saja, saya kembali tersadar.....hmmm seberapa kenal saya (dan orang-orang di sekitar saya) kepada zakat. Apakah orang-orang tahu tentang esensi zakat, kenapa ada zakat, dan kenapa ternyata di negara kita ini berdiri sebuah lembaga yang mengurusi soal zakat, sepenting itu kah?.


Nah, untuk menjawab segelintir pertanyaan yang muncul itu saya mencoba membuat tulisan berkala yang membahas tentang zakat. Selain untuk sarana belajar saya, adanya tulisan ini juga semoga bisa menjadi salah satu upaya untuk membangun kepedulian masyarakat tentang zakat.

Pengertian zakat, merujuk kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, daring) memiliki dua arti. Yang pertama, zakat merupakan jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak*. Pengertian yang kedua, zakat adalah salah satu rukun Islam yang mengatur harta yang wajib dikeluarkan kepada mustahik. Secara umum, dua pengertian itu menitikberatkan pada harta dan kewajiban mengeluarkannya pada pihak tertentu.

**Oh iya, perlu menjadi perhatian kita (khususnya umat Islam) bahwa ternyata dibanding ibadah lainnya yang termuat dalam Rukun Islam zakat belum cukup populer jika dibandingkan dengan ibadah haji (yang secara urutan berada di urutan ke lima dalam rukun Islam). 


___
Gimana? Sudah mendapat sedikit pencerahan kah?
Semoga ya :)

Nah...pembahasan ini akan terus berlanjut, nantikan tulisan berikutnya ya!


_____
@ulfa.rodiah
Depok, 8 Juli 2018

Komentar

  1. Menarik. Ditunggu ya kak kelanjutannya. Setiap pelatihan yang pernah diikuti kayaknya baiknya dibagi melalui tulisan kayak gini kak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah makasih kak sudah mampir hehe makasih juga atas sarannya 👍

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Nurani Melawan Kezaliman

Judul di atas merupakan judul buku yang pernah saya baca sekitar sebulan yang lalu, saya lupa persis tanggalnya. Buku tersebut merupakan buku yang memuat surat-surat milik Moh.Hatta atau biasa kita kenal dengan sebutan Bung Hatta yang ditujukan langsung kepada partner-nya, belahan dwi-tunggalnya, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau kita kenal dengan sebutan Bung Karno. Surat-surat yang ditulis Bung Hatta kepada Bung Karno tersebut ditulis ketika Bung Hatta sudah resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1957. Surat tersebut ditulis dalam jangka waktu kuran-lebih delapan tahun dimulai sejak tahun 1957 sampai tahun 1965. Terdapat salah satu kutipan menarik pada salah satu halaman bukunya, tepatnya di halaman 27, bunyinya begini: .. ..biar saja pemimpin-pemimpin yang berkuasa sekarang berbuat apa saja dan mau ke mana sesuka hati mereka, dan akan berpaling dari pemimpin-pemimpin yang menipu mereka selama ini....terlihat kurang sekali perlawanan yang aktif di kal...

S9: Seminggu Sekali #14Wisuda!

Toga, kebaya, kemeja, rektor, pidato, dan foto-foto boleh jadi adalah hal-hal yang akan diingat ketika kita mulai bahas tentang wisuda. Wisuda, momen di mana jadi ajang untuk memberi apresiasi kepada orang-orang tercinta, terdekat, atau tersayang yang sudah menuntaskan masa studinya baik di strata satu, magister, bahkan doktoral. Nah, sebenarnya ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tentang wisuda. Apa aja sih? Pertama, pengertian daripada wisuda itu sendiri....kalau menurut ke KBBI ( cek di sini )sih: wi.su.da n   peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat Biasanya, wisuda juga bukan cuma untuk di perguruan tinggi (menyambut mahasiswa baru dan melepas mahasiswa lama) tapi biasa dipakai juga untuk wisuda para tahfidz (penghapal Quran) bahkan sampai wisuda taman kanak-kanak. Pada dasarnya, wisuda bukanlah hal yang wajib banget tapi untuk merayakan sekaligus menjadikan momen kelulusan berikut menyambut kembali agaknya wisuda menjadi salah ...

S9: #DARIBUKU: Berlatih untuk Bodo Amat

Mengalami dan merenungi (atau mungkin merefleksikan) tentang menjadi dewasa adalah dua hal yang berbeda. Mengalami menjadi dewasa nampaknya adalah hal mau tidak mau akan dialami oleh semua orang, disadari atau tidak. Berbeda halnya dengan merenungi tentang menjadi dewasa. Saya pikir, merenungi tentang menjadi dewasa adalah hal yang boleh jadi tidak dilakukan oleh setiap orang, hal tersebut mungkin dilakukaan oleh mereka yang menjadikan tentang menjadi dewasa lebih dari sekedar hal yang pasti, tapi lebih dari itu. Tentang menjadi dewasa....kita akan menapaki fase yang tentu saja tidak biasa. Kita akan tiba pada suatu fase di mana perasaan kita begitu diuji. Perasaan asing, merasa sendiri, merasa jauh dengan orang-orang yang dahulunya pernah dekat, dan berbagai perasaan lainnya. Ketika perasaan itu tiba, akhirnya kita pun cepat atau lambat akan menyadari tentang akar dari perasaan itu adalah rasa peduli yang masih kita tempatkan ke berbagai hal, hal-hal detail maupun hal-hal besar. ...