Langsung ke konten utama

S9: Teruntuk Lima Kawan Terbaik


Teruntuk Lima Kawan Terbaik,

Selamat atas ketuntasan bersidangnya, semoga ilmu yang selama ini didapatkan….bisa bermanfaat seluas-luasnya. Semoga karya yang sudah dihasilkan, bisa menjadi inspirasi bagi sekitar. Semoga bisa menjadi alumni yang terus ditunjukkan jalan-jalan kebaikan.

Ah iya, waktu-waktu ke depan bakal beda dari sebelumnya. Yang biasanya abis kelas pertama makan bareng di klaster atau di gazebo depan musola bakal berubah. Yang biasanya duduk-duduk sebelum kelas siang mulai jam 2 udah terganti sama aktivitas lain. Yang biasanya selalu jadi partner minum capcin pake keju bakal berganti.

Nasi padang, soto mie Bu Nurhayati, es teh manis, vit botol 2000an, Pizza Domino, martabak orins, ayam mas Roni, danusan, dopis, sampe makanan di Burger King setidaknya sejumlah saksi bahwa cerita kita yaa apa adanya. Sederhana, tapi sarat makna.
Alhamdulillah, Allah ngasih saya orang-orang yang ga baik-baik amat si sebenernya…Cuma selalu ada kebaikan di berbagai tindakannya. Lima di antara enam kawan terbaik yang udah menuntaskan perjuangannya di tahap ini. Semoga berkah gengs!

Teruntuk Sofi, orang paling awal-awal kenal pas Welmab dan pulang malem….orang yang lebih mirip anak teknik daripada anak sejarah. Jago masak dan selalu berusaha buat ngasih bantuan terbaik buat orang-orang sekitarnya. Hahaha setidaknya, pernah dikerjain buat ngambil pizza di siang bolong…padahal buat surprise diri sendiri. Wkwk. Semangat Sof! InsyaAllah, w tidak telat lagi. Doakeun!

Teruntuk Dilah, hahah siape lu? Wwkw gadeng. Orang yang gatau nih tetiba deket, padahal dulu beberapa semester di awal sempet ga kenal samsek dan baru ngeh kalau dia itu ternyata temen sejurusan. Maaf loh ya. Orang yang paling nyambung diajak diskusi banyak hal mulai dari yang receh sampe hal yang mayan serius. Kalem beut kadang, tapi aslinya…entah. Orang selalu berusaha buat ga nyusahin orang, meskipun ujungnya tetep nyusahin wkwk ga deng. Makasih Dul! Semoga berkah dan selamat menebarkan manfaat lebih luas lagi heuheu

Teruntuk Anisa, wkwk apa ya duh :v . Orang yang dikirain itu bukan dari Bogor, ternyata dari Bogor. Terima kasih sudah jadi partner dalam jenjang karir organisasi w di awal, ga nyangka kita bisa sejauh ini dan lau beres duluan tapi u_u. Etapi ga apa-apa deng, w seneng Alhamdulillah. Perjuangan keras emang ga akan ngecewain. Anisa jadi orang yang bisa menginspirasi dalam kerja kerasnya, meskipun kadang bikin gereget kalau suka malu-malu kucing. Semangat Nis! Selamat menempuh kehidupan baru ya heheheh

Teruntuk May. Orang paling pendiem(?) tapi ternyata suka dangdut wkwkkw. Orang yang diem-diem menghanyutkan,,,,ini ada di Mayora. Orang yang jago gambar, jago bahasa Inggris, tegas, serius (cie serius), misterius padahal engga :v, tipe-tipe pemalu, dan ternyata diem-diem adalah adiknya Ciko! (wagelasi, ini becanda wkwk). Finally, May….finish juga fase pertama hehe ntar main lagi dong ke Imogiri wkwk, jauh tapi seru wkwk. Semangat selalu May!

Teruntuk Eri, orang yang awalnya ga deket juga nih. Belum pernah sekelas…etapi akhirnya bisa deket juga heuheu. Anak Suma yang rajin liputan (iyalah yhaa, yang suka nonton drakor etapi skripsinya kelar juga. Yang suka ngabarin hal-hal baru, orang yang suka diskusi apalagi soal isu kampus yhaa, dan ternyata punya mamah yang jago  bikin ayam bumbu kelapa. Orang yang di saat genting….muncul buat nemenin atau ditemenin. Semangat terus Er dan tebarkan semangat jurnalisme di manapun berada!.

Ah, nulis mungkin ga akan beres sampai sekian halaman….jadi, biarkan cerita lainnya menjadi rahasia dan doa-doa.
Terima kasih banyak gengs, sudah menginspirasi dan memberikan sekian banyak sebab untuk membuat w berubah banyak, yang jelas berubah lebih berfaedah daripada sebelumnya. Semoga langkah kita selalu diberikan keberkahan oleh-Nya. Semoga terus bermanfaat di manapun berada!





Depok, 26 Juni 2018
Beberapa hari sebelum kalian Sidang Skripsi

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Nurani Melawan Kezaliman

Judul di atas merupakan judul buku yang pernah saya baca sekitar sebulan yang lalu, saya lupa persis tanggalnya. Buku tersebut merupakan buku yang memuat surat-surat milik Moh.Hatta atau biasa kita kenal dengan sebutan Bung Hatta yang ditujukan langsung kepada partner-nya, belahan dwi-tunggalnya, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau kita kenal dengan sebutan Bung Karno. Surat-surat yang ditulis Bung Hatta kepada Bung Karno tersebut ditulis ketika Bung Hatta sudah resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1957. Surat tersebut ditulis dalam jangka waktu kuran-lebih delapan tahun dimulai sejak tahun 1957 sampai tahun 1965. Terdapat salah satu kutipan menarik pada salah satu halaman bukunya, tepatnya di halaman 27, bunyinya begini: .. ..biar saja pemimpin-pemimpin yang berkuasa sekarang berbuat apa saja dan mau ke mana sesuka hati mereka, dan akan berpaling dari pemimpin-pemimpin yang menipu mereka selama ini....terlihat kurang sekali perlawanan yang aktif di kal...

S9: Seminggu Sekali #14Wisuda!

Toga, kebaya, kemeja, rektor, pidato, dan foto-foto boleh jadi adalah hal-hal yang akan diingat ketika kita mulai bahas tentang wisuda. Wisuda, momen di mana jadi ajang untuk memberi apresiasi kepada orang-orang tercinta, terdekat, atau tersayang yang sudah menuntaskan masa studinya baik di strata satu, magister, bahkan doktoral. Nah, sebenarnya ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tentang wisuda. Apa aja sih? Pertama, pengertian daripada wisuda itu sendiri....kalau menurut ke KBBI ( cek di sini )sih: wi.su.da n   peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat Biasanya, wisuda juga bukan cuma untuk di perguruan tinggi (menyambut mahasiswa baru dan melepas mahasiswa lama) tapi biasa dipakai juga untuk wisuda para tahfidz (penghapal Quran) bahkan sampai wisuda taman kanak-kanak. Pada dasarnya, wisuda bukanlah hal yang wajib banget tapi untuk merayakan sekaligus menjadikan momen kelulusan berikut menyambut kembali agaknya wisuda menjadi salah ...

S9: #DARIBUKU: Berlatih untuk Bodo Amat

Mengalami dan merenungi (atau mungkin merefleksikan) tentang menjadi dewasa adalah dua hal yang berbeda. Mengalami menjadi dewasa nampaknya adalah hal mau tidak mau akan dialami oleh semua orang, disadari atau tidak. Berbeda halnya dengan merenungi tentang menjadi dewasa. Saya pikir, merenungi tentang menjadi dewasa adalah hal yang boleh jadi tidak dilakukan oleh setiap orang, hal tersebut mungkin dilakukaan oleh mereka yang menjadikan tentang menjadi dewasa lebih dari sekedar hal yang pasti, tapi lebih dari itu. Tentang menjadi dewasa....kita akan menapaki fase yang tentu saja tidak biasa. Kita akan tiba pada suatu fase di mana perasaan kita begitu diuji. Perasaan asing, merasa sendiri, merasa jauh dengan orang-orang yang dahulunya pernah dekat, dan berbagai perasaan lainnya. Ketika perasaan itu tiba, akhirnya kita pun cepat atau lambat akan menyadari tentang akar dari perasaan itu adalah rasa peduli yang masih kita tempatkan ke berbagai hal, hal-hal detail maupun hal-hal besar. ...