Langsung ke konten utama

Review Buku: Dari Non-fiksi ke Fiksi


Pekan ini buku yang saya review agak berbeda. Bukan buku dengan tema self-development,  agama, biografi, atau aliran non-fiksi lainnya. Kali ini saya review novel ya ehehe. Novel karya Darwis Tere Liye dari serial Bumi. (Ada yang udah baca novelnya belooom? Hehe)


Salah satu novel dalam serial Bumi ini berjudul "Ceros dan Batozar". Tebalnya hampir sama seperti yang lainnya, sekitar tiga ratusan halaman. Ah iya, ini adalah buku ke-4,5 (iya, ke empat setengah) dari serial Bumi. Setelah buku ini, masih ada buku lainnya yaitu Komet. 
Apa yang diceritakan dalam buku ini? Masih seputar petualangan yang nampaknya tak disengaja. Petualangan bermula saat tiga sahabat: Raib yang bisa menghilang, Sela yang bisa mengeluarkan petir, dan Ali yang bisa berubah menjadi beruang raksasa, sedang mengikuti karya wisata ke salah satu situs paling bersejarah (termasuk ke dalam keajaiban dunia). Ternyata, bermula dari lokasi karya wisata itu tiga sahabat ini memulai perjalanan untuk menjejaki rangkaian dunia paralel lainnya, hingga mereka dipertemukan dengan Ceros dan Batozar. 
Dalam pertemuan dengan Ceroz (kemudian Batozar) tak hanya kekuatan mereka yang teruji, namun ketulusan persahabatan mereka pun turut diuji saat Raib & Sela terpaksa harus meninggalkan Ali sendirian di sebuah tempat yang amat jauh dari Bumi. 

Novel tampak belakang. (Sumber: Dokumen Pribadi)


Siapa sih Ceros dan Batozar? 
Yang jelas.....mereka adalah tokoh yang akan ditemui dalam petualangan Raib, Sela, dan Ali haha. Dalam mereview novel rasa-rasanya tidak asik jika saya beritahu seperti siapa sih Ceros atau Batozar  atau apa rangkaian ceritanya. Jelas, seperti novel lainnya dalam serial Bumi, novel ini akan membuat kita menduga, dipenuhi dengan prasangka-prasangka yang pada ujungnya ada yang terbukti ada yang tidak (atau belum) terbukti. 
Penasaran? Baca deh novelnya. 
Engga punya novelnya?
Hehe, saya juga pinjem ko (btw, terima kasih Yana!). 


Gimana perasaan saya setelah baca novel Ceros dan Batozar ini?
Yang jelas, rasa penasaran saya terjawab meskipun berganti menjadi rasa penasaran lainnya karena saya belum baca novel berikutnya wkwk. insyaAllah nanti deh (kalau ada rezeki entah beli atau pinjem, hehe). 


Gitu dulu #bukaan kali ini ya! Kalo ada kritik & saran dipersilakan :) atau kalau ada yang mau #kolaborasi review buku, bisa banget!  Feel free for contact me. 


#bukaan
#bukuakhirpekan

_____
Bogor, 7 Juli 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Nurani Melawan Kezaliman

Judul di atas merupakan judul buku yang pernah saya baca sekitar sebulan yang lalu, saya lupa persis tanggalnya. Buku tersebut merupakan buku yang memuat surat-surat milik Moh.Hatta atau biasa kita kenal dengan sebutan Bung Hatta yang ditujukan langsung kepada partner-nya, belahan dwi-tunggalnya, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau kita kenal dengan sebutan Bung Karno. Surat-surat yang ditulis Bung Hatta kepada Bung Karno tersebut ditulis ketika Bung Hatta sudah resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1957. Surat tersebut ditulis dalam jangka waktu kuran-lebih delapan tahun dimulai sejak tahun 1957 sampai tahun 1965. Terdapat salah satu kutipan menarik pada salah satu halaman bukunya, tepatnya di halaman 27, bunyinya begini: .. ..biar saja pemimpin-pemimpin yang berkuasa sekarang berbuat apa saja dan mau ke mana sesuka hati mereka, dan akan berpaling dari pemimpin-pemimpin yang menipu mereka selama ini....terlihat kurang sekali perlawanan yang aktif di kal...

S9: Seminggu Sekali #14Wisuda!

Toga, kebaya, kemeja, rektor, pidato, dan foto-foto boleh jadi adalah hal-hal yang akan diingat ketika kita mulai bahas tentang wisuda. Wisuda, momen di mana jadi ajang untuk memberi apresiasi kepada orang-orang tercinta, terdekat, atau tersayang yang sudah menuntaskan masa studinya baik di strata satu, magister, bahkan doktoral. Nah, sebenarnya ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tentang wisuda. Apa aja sih? Pertama, pengertian daripada wisuda itu sendiri....kalau menurut ke KBBI ( cek di sini )sih: wi.su.da n   peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat Biasanya, wisuda juga bukan cuma untuk di perguruan tinggi (menyambut mahasiswa baru dan melepas mahasiswa lama) tapi biasa dipakai juga untuk wisuda para tahfidz (penghapal Quran) bahkan sampai wisuda taman kanak-kanak. Pada dasarnya, wisuda bukanlah hal yang wajib banget tapi untuk merayakan sekaligus menjadikan momen kelulusan berikut menyambut kembali agaknya wisuda menjadi salah ...

S9: #DARIBUKU: Berlatih untuk Bodo Amat

Mengalami dan merenungi (atau mungkin merefleksikan) tentang menjadi dewasa adalah dua hal yang berbeda. Mengalami menjadi dewasa nampaknya adalah hal mau tidak mau akan dialami oleh semua orang, disadari atau tidak. Berbeda halnya dengan merenungi tentang menjadi dewasa. Saya pikir, merenungi tentang menjadi dewasa adalah hal yang boleh jadi tidak dilakukan oleh setiap orang, hal tersebut mungkin dilakukaan oleh mereka yang menjadikan tentang menjadi dewasa lebih dari sekedar hal yang pasti, tapi lebih dari itu. Tentang menjadi dewasa....kita akan menapaki fase yang tentu saja tidak biasa. Kita akan tiba pada suatu fase di mana perasaan kita begitu diuji. Perasaan asing, merasa sendiri, merasa jauh dengan orang-orang yang dahulunya pernah dekat, dan berbagai perasaan lainnya. Ketika perasaan itu tiba, akhirnya kita pun cepat atau lambat akan menyadari tentang akar dari perasaan itu adalah rasa peduli yang masih kita tempatkan ke berbagai hal, hal-hal detail maupun hal-hal besar. ...