Langsung ke konten utama

RT: Reformasi Tak Semudah Uninstall Aplikasi

Media sosial dan juga berita berbagai portal sampai sore ini saya lihat masih ramai berbincang soal topik uninstall. Padahal, ada hal yang lain...yang lebih substansial. Bukan soal uninstall, tapi soal hal yang lebih vital yang jika diabaikan boleh jadi kerugiannya fatal.

Reformasi, pernah dengar istilah itu?

Pasti jawabannya "iya" karena pertanyaan saya di atas adalah pertanyaan yang sangat lemah. Mayoritas akan menjawab "ya" "iya" atau semacamnya. Coba, siapa yang masih hidup setelah tahun 1998 dan tak pernah dengar istilah reformasi? Ada? Saya kira ada....tapi jumlahnya tidak lebih banyak dari mereka yang pernah dengar soal reformasi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring/online, reformasi berarti perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. Arti yang cukup jelas namun pada kenyataannya belum pernah ada hasil yang jelas. Paling-paling, yang ada hanya penjelasan panjang banyak poin-poin A-Z tetapi dikit sekali yang berbekas. Iya, saya sepakat jika reformasi dalam pelaksanaannya tidak semudah itu. Tahun 1998, ketika diserukan reformasi....salah satu tujuannya mengganti kepemimpinan nasional sudah tercapai. Berikutnya.....yang terjadi.... orang-orang yang menyerukan reformasi malah saling berebut 'kue-kue' yang ditinggalkan pucuk kepemimpinan nasional dan ya....kalau meminjam istilah di buku yang pernah saya baca dan di beberapa talk show yang saya simak...di antara gerbong reformasi ada penumpang gelap. Wajar, jika akhirnya reformasi dikatakan hanya berhenti pada narasi, tidak berlanjut pada implementasi.


Hari ini, kita boleh jadi hampir lupa untuk mengusahakan implementasi reformasi....kita sibuk membahas-melakukan uninstall aplikasi. Padahal, sudah ada klarifikasi. Dalam banyak hal, bangsa ini sungguh pemaaf.... kasus-kasus korupsi marak, mantan napi korupsi nyaleg, debat calon pemimpin berkisi-kisi, pengampunan pembakar hutan, dan hal lainnya sangat mudah kita maafkan...hmm bahkan mungkin juga sudah kita lupakan. Hari ini...ada salah satu petinggi start-up yang bercuit soal sesuatu yang nampaknya bertentangan....lantas berbondong-bondong menyerukan ajakan uninstall aplikasi, sampai lupa.... menyerukan install reformasi!.


Semoga, kamu yang juga membaca ini....tidak terjebak pada ajakan uninstall aplikasi. Jari-jari kita terlalu berharga untuk sekadar menekan "uninstall" di sebuah aplikasi....lantas beberapa hari kita install lagi. Baiknya, coba 'install' pada diri memori otak dan memori otot untuk melanjutkan mimpi reformasi.

_____
Ciawi, Februari 2019
dimuat juga di sini


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Nurani Melawan Kezaliman

Judul di atas merupakan judul buku yang pernah saya baca sekitar sebulan yang lalu, saya lupa persis tanggalnya. Buku tersebut merupakan buku yang memuat surat-surat milik Moh.Hatta atau biasa kita kenal dengan sebutan Bung Hatta yang ditujukan langsung kepada partner-nya, belahan dwi-tunggalnya, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau kita kenal dengan sebutan Bung Karno. Surat-surat yang ditulis Bung Hatta kepada Bung Karno tersebut ditulis ketika Bung Hatta sudah resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1957. Surat tersebut ditulis dalam jangka waktu kuran-lebih delapan tahun dimulai sejak tahun 1957 sampai tahun 1965. Terdapat salah satu kutipan menarik pada salah satu halaman bukunya, tepatnya di halaman 27, bunyinya begini: .. ..biar saja pemimpin-pemimpin yang berkuasa sekarang berbuat apa saja dan mau ke mana sesuka hati mereka, dan akan berpaling dari pemimpin-pemimpin yang menipu mereka selama ini....terlihat kurang sekali perlawanan yang aktif di kal...

S9: Seminggu Sekali #14Wisuda!

Toga, kebaya, kemeja, rektor, pidato, dan foto-foto boleh jadi adalah hal-hal yang akan diingat ketika kita mulai bahas tentang wisuda. Wisuda, momen di mana jadi ajang untuk memberi apresiasi kepada orang-orang tercinta, terdekat, atau tersayang yang sudah menuntaskan masa studinya baik di strata satu, magister, bahkan doktoral. Nah, sebenarnya ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tentang wisuda. Apa aja sih? Pertama, pengertian daripada wisuda itu sendiri....kalau menurut ke KBBI ( cek di sini )sih: wi.su.da n   peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat Biasanya, wisuda juga bukan cuma untuk di perguruan tinggi (menyambut mahasiswa baru dan melepas mahasiswa lama) tapi biasa dipakai juga untuk wisuda para tahfidz (penghapal Quran) bahkan sampai wisuda taman kanak-kanak. Pada dasarnya, wisuda bukanlah hal yang wajib banget tapi untuk merayakan sekaligus menjadikan momen kelulusan berikut menyambut kembali agaknya wisuda menjadi salah ...

S9: #DARIBUKU: Berlatih untuk Bodo Amat

Mengalami dan merenungi (atau mungkin merefleksikan) tentang menjadi dewasa adalah dua hal yang berbeda. Mengalami menjadi dewasa nampaknya adalah hal mau tidak mau akan dialami oleh semua orang, disadari atau tidak. Berbeda halnya dengan merenungi tentang menjadi dewasa. Saya pikir, merenungi tentang menjadi dewasa adalah hal yang boleh jadi tidak dilakukan oleh setiap orang, hal tersebut mungkin dilakukaan oleh mereka yang menjadikan tentang menjadi dewasa lebih dari sekedar hal yang pasti, tapi lebih dari itu. Tentang menjadi dewasa....kita akan menapaki fase yang tentu saja tidak biasa. Kita akan tiba pada suatu fase di mana perasaan kita begitu diuji. Perasaan asing, merasa sendiri, merasa jauh dengan orang-orang yang dahulunya pernah dekat, dan berbagai perasaan lainnya. Ketika perasaan itu tiba, akhirnya kita pun cepat atau lambat akan menyadari tentang akar dari perasaan itu adalah rasa peduli yang masih kita tempatkan ke berbagai hal, hal-hal detail maupun hal-hal besar. ...