"Menghilang!"
Yap!.
Satu...
Dua...
Tiga...
Terus engga ilang-ilang. Ya,,,karena engga betulan menghilang.
(Sumpeh ini random banget si)
_________
Beberapa hari ini, entah kenapa perasaan "merasa random" itu muncul. Merasa 'kesakitan' ketika akhirnya banyak hal yang harusnya engga dipikirkan sampai segitunya, ya tapi malah dipikirkan gitu loh. Bisa jadi hal yang terlalu receh atau sebaliknya....hal yang terlalu besar, walaupun untuk beberapa hal memikirkan hal besar itu perlu dan harus. Nah, salah satu yang dipikirkan itu soal...hmm sebut saja menghilang.
Menghilang?
Iya, menghilang. Kepikiran soal itu, nanya-nanya ke diri sendiri, gimana kalau saya menghilang dan seterusnya. Terus berhenti pada pertanyaan "apa yang berubah ketika saya menghilang?". Engga bisa dijawab sepenuhnya, belum ada jawaban yang memuaskan, dan mungkin memang kenyataannya demikian....siapa juga yang mau memikirkan apapun yang bakal kejadian ketika sesuatu menghilang. Kadang, memikirkan soal menghilang itupun dianggap mustahil, lalu ditanya "ngapain si?".
Saya sekelebat memikirkan soal menghilang itu diibaratkan seperti bintang. Iya, bintang. Bintang yang letaknya amat jauh, punya sinar sendiri, dan biasanya kita liat di malam hari, tapi padad pagi sampai sore justru bintang justru mengilang, engga tampak sama sekali. Saya ibaratkan ya menghilang itu kaya bintang. Engga benar-benar ngilang, cuma bicara waktu tertentu bintang engga terlihat, tapi percayalah sebenernya bintang tetap pada tempatnya, engga ke mana-mana, cuma emang sunguhan engga keliatan.....sampai waktu gilirannya datang baru deh keliatan lagi, aslinya bintang itu engga menghilang.
Cuma memang engga sesederhana itu sih :)
Jadi ingat soal kutipan dari sebuah novel, Tere Liye, apa-apa yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada.
Pun ya...soal menghilang, engga ada yang pernah benar-benar mengilang. Hanya soal waktu, nanti muncul lagi.
Gimana, apakah kamu tertarik buat 'menghilang?'
*ntms
_____
@ulfa.rodiah
Bogor, Juni 2018
Yap!.
Satu...
Dua...
Tiga...
Terus engga ilang-ilang. Ya,,,karena engga betulan menghilang.
(Sumpeh ini random banget si)
_________
Beberapa hari ini, entah kenapa perasaan "merasa random" itu muncul. Merasa 'kesakitan' ketika akhirnya banyak hal yang harusnya engga dipikirkan sampai segitunya, ya tapi malah dipikirkan gitu loh. Bisa jadi hal yang terlalu receh atau sebaliknya....hal yang terlalu besar, walaupun untuk beberapa hal memikirkan hal besar itu perlu dan harus. Nah, salah satu yang dipikirkan itu soal...hmm sebut saja menghilang.
Menghilang?
Iya, menghilang. Kepikiran soal itu, nanya-nanya ke diri sendiri, gimana kalau saya menghilang dan seterusnya. Terus berhenti pada pertanyaan "apa yang berubah ketika saya menghilang?". Engga bisa dijawab sepenuhnya, belum ada jawaban yang memuaskan, dan mungkin memang kenyataannya demikian....siapa juga yang mau memikirkan apapun yang bakal kejadian ketika sesuatu menghilang. Kadang, memikirkan soal menghilang itupun dianggap mustahil, lalu ditanya "ngapain si?".
Saya sekelebat memikirkan soal menghilang itu diibaratkan seperti bintang. Iya, bintang. Bintang yang letaknya amat jauh, punya sinar sendiri, dan biasanya kita liat di malam hari, tapi padad pagi sampai sore justru bintang justru mengilang, engga tampak sama sekali. Saya ibaratkan ya menghilang itu kaya bintang. Engga benar-benar ngilang, cuma bicara waktu tertentu bintang engga terlihat, tapi percayalah sebenernya bintang tetap pada tempatnya, engga ke mana-mana, cuma emang sunguhan engga keliatan.....sampai waktu gilirannya datang baru deh keliatan lagi, aslinya bintang itu engga menghilang.
Cuma memang engga sesederhana itu sih :)
Jadi ingat soal kutipan dari sebuah novel, Tere Liye, apa-apa yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada.
Pun ya...soal menghilang, engga ada yang pernah benar-benar mengilang. Hanya soal waktu, nanti muncul lagi.
Gimana, apakah kamu tertarik buat 'menghilang?'
*ntms
_____
@ulfa.rodiah
Bogor, Juni 2018
Komentar
Posting Komentar