Langsung ke konten utama

Melihat Kembali: Terus Gerak!

     Saya berkesempatan baca buku-buku bagus sejak akhir tahun lalu sampai dengan pertengahan tahun ini. Sebagian  besar buku tersebut pengen banget saya review, tapi apa daya, sebagian kayanya wacana, sebagian lagi jadi draft di laptop, dan bisa keitung jari deh review yang akhirnya selesai terus naik ke media yang saya punya, kaya IG atau blog. Beberapa cuma saya munculin kutipan favoritnya, beberapa lagi catatannya ada di buku agenda pribadi. Jadi, dalam rangka memulai kembali, saya mau review singkat bukunya Austin Kleon, “Keep Going: 10 Ways to stay Creative in Good Times and Bad”. (Oiya, sebelumnya saya pernah ngangkat sedikit kutipan favorit Austion Kleon dari bukunya yang hits banget itu, Steal Like an Artist).

     Awalnya ‘nemu’ ada buku ini akibat penasaran sama Austin Kleon, karena sejak pertama baca buku Steal Like an Artist di 2018, saya iseng cari-cari bukunya di Ipusnas. Hasilnya? Saya nemu dua buku: Steal Like an Artist sama Show Your Work!. Dua buku yang kayanya cukup sering saya pinjem hahaha, karena merasa tetap perlu baca ulang gitu. Soalnya pertama kali saya baca buku itu juga dipinjemin soalnya wkwk. Jadi seneng banget lah ya bisa akses pinjem bukunya tak terbatas ruang, karena tersedia daring. Nah, terus gimana ini nemu buku Keep Going? Dari sering pinjem buku di Ipusnas itu, saya baru tertarik nyari instagramnya Austin, nemu!. Baru deh di situ coba follow, liat-liat feednya, sampai iseng buka websitenya. Singkat cerita, dari webnya itu saya nemuin kalau ternyata selain Steal Like an Artist, Show Your Work, ada juga buku Keep Going, dan ada dua buku lain tapi itu bentuknya semacam jurnal gitu kalo gasalah ya. Saya tertarik buat punya bukunya, akhirnya nunggu punya uang dulu terus beli buku yang bakal saya review sekarang ini, Keep Going.

     Buku ini, kalau kata penulisnya sih, ditulis karena merasa butuh buku bagus buat dibaca. Alhasil, lahirlah buku ini. Yaa sama kaya buku-buku lainnya, Austin Kleon bakal ngasih bocoran soal gimana sih supaya bisa tetap gerak, tetap bisa menghasilkan karya, apapun kondisinya. Ada beberapa bagian yang engga saya ngerti sih di buku ini, karena buku terjemahan kali ya jadinya agak gimana gitu hehe. Mungkin buat temen-temen yang lebih nyaman baca aslinya itu berbahasa Inggris, jadi dipersilakan. Kalau baca di web Austin Kleonnya sih, di sana juga kaya ada sedikit spoiler dari bukunya dan ada audiobooknya juga loh!.

   Isi buku ini semuanya memang pesan-pesan yang kita rasa mungkin basic, udah sering kita temui tapi jarang kita renungi, atau hal yang emang luput dari perhatian kita. Padahal itu penting. Contohnya? Di buku ini, diingetin soal gimana kita cukup berjuang dari hari ke hari, bukan mikirin jauh ke masa antah berantah yang kita gatau ujungnya. Terdengar familiar kan?. Kita diingetin soal: hari kemarin itu udahan, besok itu belum mulai, jadi yang ada itu hari ini, soo…jalanin dengan baik. Di bagian ini, di salah satu halamannya saya nulis dikit “berusaha berjuang day to day. Hari ini adalah hadiah.” Bagian ini juga jadi mengingatkan salah satu hadits Nabi deh ya kalau gasalah, “jangan menunda pekerjaan sampai esok, kalau bisa menyelesaikannya hari ini.” *tolong dikoreksi gais bagian ini*

   Bagian lain yang saya lumayan membekas, soal pesen kalo iblis itu gasuka sama udara seger. So, buat yang mau terus bisa gerak dan energy inspirasinya bisa muncul terus sebisa mungkin perhatian sama kualitas udara yang dihirupnya. Bangun pagi, coba lari atau jalan kaki biar seger dan nantinya rileks buat mengondisikan diri menghasilkan karya. Oiya, dari buku ini juga saya baru tau dan baru ngeh sama istilah FOMO yang suka orang-orang bahas di medsos, ternyata panjangannya Fear of Missing Out alias takut dianggap ketinggalan dan ga update.

     Gitu dulu yaa temen-temen review singkatnya, mudah-mudahan bisa diambil manfaatnya. Atau di sini mungkin temen-temen udah baca juga bukunya? Hihi mantap deh kalo udah, semoga kita bisa mengamalkan kebaikan yang ada di dalamnya. Mari kita berjuang juga untuk tetap bergerak dan menghasilkan karya.

Kalau ada feedback, dipersilakan :D

_____

@ulfa.rodiah

Depok, 13 Agustus 2021

Udah lama deh gamasukin #daripadadilemari #persekutuanbuku wkwk.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Nurani Melawan Kezaliman

Judul di atas merupakan judul buku yang pernah saya baca sekitar sebulan yang lalu, saya lupa persis tanggalnya. Buku tersebut merupakan buku yang memuat surat-surat milik Moh.Hatta atau biasa kita kenal dengan sebutan Bung Hatta yang ditujukan langsung kepada partner-nya, belahan dwi-tunggalnya, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau kita kenal dengan sebutan Bung Karno. Surat-surat yang ditulis Bung Hatta kepada Bung Karno tersebut ditulis ketika Bung Hatta sudah resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1957. Surat tersebut ditulis dalam jangka waktu kuran-lebih delapan tahun dimulai sejak tahun 1957 sampai tahun 1965. Terdapat salah satu kutipan menarik pada salah satu halaman bukunya, tepatnya di halaman 27, bunyinya begini: .. ..biar saja pemimpin-pemimpin yang berkuasa sekarang berbuat apa saja dan mau ke mana sesuka hati mereka, dan akan berpaling dari pemimpin-pemimpin yang menipu mereka selama ini....terlihat kurang sekali perlawanan yang aktif di kal...

S9: Seminggu Sekali #14Wisuda!

Toga, kebaya, kemeja, rektor, pidato, dan foto-foto boleh jadi adalah hal-hal yang akan diingat ketika kita mulai bahas tentang wisuda. Wisuda, momen di mana jadi ajang untuk memberi apresiasi kepada orang-orang tercinta, terdekat, atau tersayang yang sudah menuntaskan masa studinya baik di strata satu, magister, bahkan doktoral. Nah, sebenarnya ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tentang wisuda. Apa aja sih? Pertama, pengertian daripada wisuda itu sendiri....kalau menurut ke KBBI ( cek di sini )sih: wi.su.da n   peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat Biasanya, wisuda juga bukan cuma untuk di perguruan tinggi (menyambut mahasiswa baru dan melepas mahasiswa lama) tapi biasa dipakai juga untuk wisuda para tahfidz (penghapal Quran) bahkan sampai wisuda taman kanak-kanak. Pada dasarnya, wisuda bukanlah hal yang wajib banget tapi untuk merayakan sekaligus menjadikan momen kelulusan berikut menyambut kembali agaknya wisuda menjadi salah ...

S9: #DARIBUKU: Berlatih untuk Bodo Amat

Mengalami dan merenungi (atau mungkin merefleksikan) tentang menjadi dewasa adalah dua hal yang berbeda. Mengalami menjadi dewasa nampaknya adalah hal mau tidak mau akan dialami oleh semua orang, disadari atau tidak. Berbeda halnya dengan merenungi tentang menjadi dewasa. Saya pikir, merenungi tentang menjadi dewasa adalah hal yang boleh jadi tidak dilakukan oleh setiap orang, hal tersebut mungkin dilakukaan oleh mereka yang menjadikan tentang menjadi dewasa lebih dari sekedar hal yang pasti, tapi lebih dari itu. Tentang menjadi dewasa....kita akan menapaki fase yang tentu saja tidak biasa. Kita akan tiba pada suatu fase di mana perasaan kita begitu diuji. Perasaan asing, merasa sendiri, merasa jauh dengan orang-orang yang dahulunya pernah dekat, dan berbagai perasaan lainnya. Ketika perasaan itu tiba, akhirnya kita pun cepat atau lambat akan menyadari tentang akar dari perasaan itu adalah rasa peduli yang masih kita tempatkan ke berbagai hal, hal-hal detail maupun hal-hal besar. ...