Langsung ke konten utama

Review Buku: #novelHUJAN: tentang Beberapa Hal


Novel HUJAN: tentang Beberapa Hal

Alhamdulillah, beberapa hari menjelang berakhirnya bulan Oktober ini bisa kembali me-review buku, mskipun bukan buku non-fiksi *hehe. Novel yang saya review kali ini adalah novel karya Darwis Tere Liye berjudulu “HUJAN”. Fyi, ini bukan novel saya…ini novel hasil meminjam dari salah satu kawan saya.

Kenapa novel HUJAN? Alasan paling pertama sekali, karena saya belum pernah membacanya (padahal sudah terbit sejak 2016, hehe). Kedua, setelah saya tengok beberapa bagiannya dan mendapatkan spoiler dari beberapa kawan sepertinya menarik juga untuk dibaca seperti beberapa novel Tere Liye lainnya yang Alhamdulillah sudah saya baca. Ketiga, cover novelnya berwarna biru dan saya suka! Haha. Alasan lainnya, karena bacaannya ringan sehingga tidak butuh waktu lama untuk membacanya hingga selesai.
Novel ini, sesuai dengan yang tercantum pada cover belakang novelnya, bercerita tentang persahabatan, tentang cinta, tentang melupakan, tentang perpisahan, dan tentang hujan. Secara fisik, novel ini tebalnya sekitar 300an halaman dan bisa dibaca dalam waktu yang tidak terlalu lama, bahasanya cukup ringan. Penasaran kan? Nah, silakan dibaca hehehe. 

Saya tulis sedikit di antara banyak sekali bagian dari novel ini yang saya suka,

“Ada orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati saja, tapi tidak tinggal dalam hidup kita. Maka,biarkanlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian.
Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri. Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh cinta.”
                                                                                                                                         

Ngomong-ngomong soal hujan, di daerahmu sudah hujan kah waktu-waktu terakhir ini?
Oke, ini adalah #BUKAAN #BUKuAkhirpekAN #novel #hujan. See you next!

_____
Depok, Oktober 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Nurani Melawan Kezaliman

Judul di atas merupakan judul buku yang pernah saya baca sekitar sebulan yang lalu, saya lupa persis tanggalnya. Buku tersebut merupakan buku yang memuat surat-surat milik Moh.Hatta atau biasa kita kenal dengan sebutan Bung Hatta yang ditujukan langsung kepada partner-nya, belahan dwi-tunggalnya, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau kita kenal dengan sebutan Bung Karno. Surat-surat yang ditulis Bung Hatta kepada Bung Karno tersebut ditulis ketika Bung Hatta sudah resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1957. Surat tersebut ditulis dalam jangka waktu kuran-lebih delapan tahun dimulai sejak tahun 1957 sampai tahun 1965. Terdapat salah satu kutipan menarik pada salah satu halaman bukunya, tepatnya di halaman 27, bunyinya begini: .. ..biar saja pemimpin-pemimpin yang berkuasa sekarang berbuat apa saja dan mau ke mana sesuka hati mereka, dan akan berpaling dari pemimpin-pemimpin yang menipu mereka selama ini....terlihat kurang sekali perlawanan yang aktif di kal...

S9: Seminggu Sekali #14Wisuda!

Toga, kebaya, kemeja, rektor, pidato, dan foto-foto boleh jadi adalah hal-hal yang akan diingat ketika kita mulai bahas tentang wisuda. Wisuda, momen di mana jadi ajang untuk memberi apresiasi kepada orang-orang tercinta, terdekat, atau tersayang yang sudah menuntaskan masa studinya baik di strata satu, magister, bahkan doktoral. Nah, sebenarnya ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tentang wisuda. Apa aja sih? Pertama, pengertian daripada wisuda itu sendiri....kalau menurut ke KBBI ( cek di sini )sih: wi.su.da n   peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat Biasanya, wisuda juga bukan cuma untuk di perguruan tinggi (menyambut mahasiswa baru dan melepas mahasiswa lama) tapi biasa dipakai juga untuk wisuda para tahfidz (penghapal Quran) bahkan sampai wisuda taman kanak-kanak. Pada dasarnya, wisuda bukanlah hal yang wajib banget tapi untuk merayakan sekaligus menjadikan momen kelulusan berikut menyambut kembali agaknya wisuda menjadi salah ...

S9: #DARIBUKU: Berlatih untuk Bodo Amat

Mengalami dan merenungi (atau mungkin merefleksikan) tentang menjadi dewasa adalah dua hal yang berbeda. Mengalami menjadi dewasa nampaknya adalah hal mau tidak mau akan dialami oleh semua orang, disadari atau tidak. Berbeda halnya dengan merenungi tentang menjadi dewasa. Saya pikir, merenungi tentang menjadi dewasa adalah hal yang boleh jadi tidak dilakukan oleh setiap orang, hal tersebut mungkin dilakukaan oleh mereka yang menjadikan tentang menjadi dewasa lebih dari sekedar hal yang pasti, tapi lebih dari itu. Tentang menjadi dewasa....kita akan menapaki fase yang tentu saja tidak biasa. Kita akan tiba pada suatu fase di mana perasaan kita begitu diuji. Perasaan asing, merasa sendiri, merasa jauh dengan orang-orang yang dahulunya pernah dekat, dan berbagai perasaan lainnya. Ketika perasaan itu tiba, akhirnya kita pun cepat atau lambat akan menyadari tentang akar dari perasaan itu adalah rasa peduli yang masih kita tempatkan ke berbagai hal, hal-hal detail maupun hal-hal besar. ...