Langsung ke konten utama

S8: Seminggu Sekali #1Wacana

Eh, besok main yuk?
Eh iya, nanti belajar bareng di rumah si Fulan yuk?
Oiyaa, besok gue ke sana!
Iya sih rencananya nanti ngumpul bareng, datang ya!
(... terus pas mau deket waktu janjiannya, engga jadi.)

Pernah engga sih, ngalamin percakapan-percakapan kaya gitu? Entah secara langsung atau via obrolan grup atau mungkin via personal chat? Kalau saya, pernah. Entah itu posisinya sebagai orang yang melakukan (pelaku) atau jadi pihak yang jadi pihak lainnya (korban). Gimana perasaannya setelah ngalamin kejadian kaya gitu? Males? Marah? Apa ada reaksi lainnya? Kalau saya sih, pasrah aja sih, minta re-schedule tapi hehe.

Percakapan di atas saya refleksikan dari hal-hal yang saya alami sendiri dan cukup sering. Ya saking seringnya, ketika ada orang yang ngajak buat sesuatu beneran sampe harus memastikan dan nanya dulu kaya gini:   wacana gak nih? *saking curiga dan khawatir sih lebih tepatnya. Bersyukur sih, setelah sering ditanya kaya gitu akhirnya bisa terealisasi, dengan perjuangan yang tidak semudah itu tentunya. Nanya dan memastikan follow-up kepada orang-orang yang diajak.

Soal wacana, penasaran ga sih arti wacana itu apaan? Kalau penasaran, di bawah ini saya ambilin dari kbbi.web.id

wacana/wa·ca·na/ n 1 komunikasi verbal; percakapan; 2 Ling keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan; 3 Ling satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, seperti novel, buku, artikel, pidato, atau khotbah; 4 Ling kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat; 5 pertukaran ide secara verbal;
-- langsung Ling kutipan wacana yang sebenarnya dibatasi oleh intonasi atau pungtuasi; 
-- pembeberan Ling wacana yang tidak mementingkan waktu dan penutur, berorientasi pada pelaku dan seluruh bagiannya diikat secara logis; 
-- penuturan Ling wacana yang mementingkan urutan waktu dituturkan oleh orang pertama atau ketiga dalam waktu tertentu, berorientasi pada pelaku, dan seluruh bagiannya diikat secara kronologis
Gimana? Baru tau kan arti sesungguhnya wacana? Hehehe
Iya, jadi kalau menurut saya sih engga apa-apa kalau mau buat sesuatu atau mau melakukan sesuatu itu sekedar wacana dulu. Cuma, kurang baiknya ketika engga diwujudkan wacana tidak berarti apa-apa. Murni wacana, cuma percakapan aja, cuma ngomong aja, gitu.

***tadinya mau nulis yang agak serius gitu, tapi tetiba mentok. Jadi akhirnya nulis sesuatu yang ringan banget dan mungkin bikin gereget. **Yhaa saya nulis aja dulu sih ya, daripada wacana hehe. Makasih udah baca ya :)
Enjoy!

___
@ulfa.rodiah
Depok, 9 April 2018 (00.48 WIB)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati Nurani Melawan Kezaliman

Judul di atas merupakan judul buku yang pernah saya baca sekitar sebulan yang lalu, saya lupa persis tanggalnya. Buku tersebut merupakan buku yang memuat surat-surat milik Moh.Hatta atau biasa kita kenal dengan sebutan Bung Hatta yang ditujukan langsung kepada partner-nya, belahan dwi-tunggalnya, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau kita kenal dengan sebutan Bung Karno. Surat-surat yang ditulis Bung Hatta kepada Bung Karno tersebut ditulis ketika Bung Hatta sudah resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada tahun 1957. Surat tersebut ditulis dalam jangka waktu kuran-lebih delapan tahun dimulai sejak tahun 1957 sampai tahun 1965. Terdapat salah satu kutipan menarik pada salah satu halaman bukunya, tepatnya di halaman 27, bunyinya begini: .. ..biar saja pemimpin-pemimpin yang berkuasa sekarang berbuat apa saja dan mau ke mana sesuka hati mereka, dan akan berpaling dari pemimpin-pemimpin yang menipu mereka selama ini....terlihat kurang sekali perlawanan yang aktif di kal...

S9: Seminggu Sekali #14Wisuda!

Toga, kebaya, kemeja, rektor, pidato, dan foto-foto boleh jadi adalah hal-hal yang akan diingat ketika kita mulai bahas tentang wisuda. Wisuda, momen di mana jadi ajang untuk memberi apresiasi kepada orang-orang tercinta, terdekat, atau tersayang yang sudah menuntaskan masa studinya baik di strata satu, magister, bahkan doktoral. Nah, sebenarnya ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita tentang wisuda. Apa aja sih? Pertama, pengertian daripada wisuda itu sendiri....kalau menurut ke KBBI ( cek di sini )sih: wi.su.da n   peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat Biasanya, wisuda juga bukan cuma untuk di perguruan tinggi (menyambut mahasiswa baru dan melepas mahasiswa lama) tapi biasa dipakai juga untuk wisuda para tahfidz (penghapal Quran) bahkan sampai wisuda taman kanak-kanak. Pada dasarnya, wisuda bukanlah hal yang wajib banget tapi untuk merayakan sekaligus menjadikan momen kelulusan berikut menyambut kembali agaknya wisuda menjadi salah ...

S9: #DARIBUKU: Berlatih untuk Bodo Amat

Mengalami dan merenungi (atau mungkin merefleksikan) tentang menjadi dewasa adalah dua hal yang berbeda. Mengalami menjadi dewasa nampaknya adalah hal mau tidak mau akan dialami oleh semua orang, disadari atau tidak. Berbeda halnya dengan merenungi tentang menjadi dewasa. Saya pikir, merenungi tentang menjadi dewasa adalah hal yang boleh jadi tidak dilakukan oleh setiap orang, hal tersebut mungkin dilakukaan oleh mereka yang menjadikan tentang menjadi dewasa lebih dari sekedar hal yang pasti, tapi lebih dari itu. Tentang menjadi dewasa....kita akan menapaki fase yang tentu saja tidak biasa. Kita akan tiba pada suatu fase di mana perasaan kita begitu diuji. Perasaan asing, merasa sendiri, merasa jauh dengan orang-orang yang dahulunya pernah dekat, dan berbagai perasaan lainnya. Ketika perasaan itu tiba, akhirnya kita pun cepat atau lambat akan menyadari tentang akar dari perasaan itu adalah rasa peduli yang masih kita tempatkan ke berbagai hal, hal-hal detail maupun hal-hal besar. ...