Politik? Apaan?
Males sama politik?
Kenapa sih harus ada politik?
Politik kotor!
Poitik jahat!
Gamau bersentuhan dengan politik ah!
Sebelum ke arah sana.....dan bahas ngalor-ngidul beserta kawan-kawannya, ku masukkan ke sini arti politik menurut KBBI (cari: kbbi.web.id).
politik/po·li·tik/ n
1 (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan)
2 segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain;
3 cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijaksanaan
Pesan: Selamat (belajar) politik!
Males sama politik?
Kenapa sih harus ada politik?
Politik kotor!
Poitik jahat!
Gamau bersentuhan dengan politik ah!
Bicara politik, kadang menjadi hal yang begitu asing dan (boleh jadi) malah menakutkan bagi segelintir orang atau bahkan mungkin banyak orang, tetapi bagi segelinitir lainnya mungkin membicarakan politik adalah sebuah keharusan dan hal yang paling menarik dalam kesehariannya. Ko bisa ya?
Sebelum ke arah sana.....dan bahas ngalor-ngidul beserta kawan-kawannya, ku masukkan ke sini arti politik menurut KBBI (cari: kbbi.web.id).
politik/po·li·tik/ n
1 (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan)
2 segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain;
3 cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijaksanaan
berpolitik/ber·po·li·tik/ v menjalankan (menganut paham) politik; ikut serta dalam urusan politik;
memolitikkan/me·mo·li·tik·kan/ v menjadikan atau memasukkan ke dalam urusan politik;
memperpolitikkan/mem·per·po·li·tik·kan/ v memolitikkan;
pemolitikan/pe·mo·li·tik·an/ n proses, cara, perbuatan memolitikkan
Nah, kurang lebih begitulah politik, berurusan dengan pemerintahan dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya, berbagai macam urusan.
Sepertinya, yang (boleh jadi) paling dekat dengan kita adalah bahwa politik berkaitan dengan berbagai macam urusan. Bahkan, dalam salah satu tulisan dikatakan bahwa hidup dengan kelompok-kelompok pun termasuk praktik politik. Kenapa? karena dengan hidup berkelompok itu, artinya kita merasa nyaman dan berada dalam satu kepentingan dengan pihak lain yang juga berada dalam kelompok. Selain itu, dalam berkelompok tersebut kita pastilah berusaha untuk mengamankan kepentingan pribadi kita tanpa terganggu dengan kepentingan kelompok karena kepentingannya tidak jauh berbeda.
Sepertinya, yang (boleh jadi) paling dekat dengan kita adalah bahwa politik berkaitan dengan berbagai macam urusan. Bahkan, dalam salah satu tulisan dikatakan bahwa hidup dengan kelompok-kelompok pun termasuk praktik politik. Kenapa? karena dengan hidup berkelompok itu, artinya kita merasa nyaman dan berada dalam satu kepentingan dengan pihak lain yang juga berada dalam kelompok. Selain itu, dalam berkelompok tersebut kita pastilah berusaha untuk mengamankan kepentingan pribadi kita tanpa terganggu dengan kepentingan kelompok karena kepentingannya tidak jauh berbeda.
Dan ternyata, berpolitik itu bisa jadi sesederhana memilih menempatkan sesuatu sesuai dengan prioritas kita agar nantinya, di akhir, kita tetap mendapatkan apa yang kita inginkan.
Berkenaan dengan menempatkan sesuatu, teringat sebuah pelatihan di tahun 2014 lalu, ketika mengikuti Latihan Dasar Manajemen Kepemimpinan (LDMK) di FIB UI, di kelas Sosial-Politik. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, lalu oleh kaka pembimbing diberikan instruksi untuk menempatkan hal-hal yang ditulis di papan tulis sesuai dengan prioritas tiap kelompok. Beberapa hal tersebut di antaranya adalah Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA), Wilayah, pemerintahan, dan satu lagi saya lupa persisnya apa. Tiap kelompok menyampaikan hasil musyawarahnya, menyampaikan prioritasnya masing-masing dan tentu saja dengan alasan yang mendasarinya.
Selesai semua menyampaikan prioritasnya masing-masing, kaka pembimbing langsung mengatakan,
Selamat! Kalian sudah berpolitik!
Wow. Seisi kelas takjub, baru sadar, dan kemudian mengangguk saja sambil senyum-senyum mesem. Ternyata......politik sudah berlaku di tataran tes (atau apalah namanya) semacam itu.
Ya.....tapi, politik masih tentang banyak hal lainnya, dimulai dari hal paling sederhana hingga hal paling rumit sekelas konspirasi mungkin (?). Dan ini bukan analisis, hanya pendapat yang sedikit ngalor-ngidul. Mencoba mengeluarkan unek-unek yang beberapa hari sangat mengganggu pikiran.
Pesan: Selamat (belajar) politik!
Politik. Boleh jadi seperti ITIK. Gemay-gemay. Kecil-lucu-berbulu lembut. Tapi......suatu hari, ia bisa berubah menjadi kurang atau tidak gemay-tidak lucu sama sekali-bahkan berbulu (amat) kasar (meskipun sedikit terbantu adanya lapisan lilin, yang pada akhirnya membuatnya....licin). Ya, sebuah gabungan dari pol dan ITIK, hingga jadilah kata polITIK.

Komentar
Posting Komentar