Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Review Buku: “Obat Terlarang” Jenis Baru

  “ Pikiran anak bukanlah wadah untuk diisi, melainkan api yang harus dinyalakan ,” -D. Brande  Buku yang saya review kali ini berjudul  The Drug of The New Millenium (Narkoba Millenium Baru) . Buku yang berusaha memberi penjelasan ilmiah tentang cara pornografi di internet dapat mengubah otak manusia secara radikal. Buku ini ditulis oleh Mark B. Kastleman (sudah diterjemahkan). Dokumentasi Pribadi Awal mula saya menemukan buku ini adalah ketika mampir ke kamar seorang kawan yang sedang menjalankan tugas sebagai supervisor, saya melihat tumpukan buku dan bertanya apakah buku-bukunya boleh dipinjam ( oh iya buku ini ternyata milik salah satu kawan juga yang sekarang berjuang di sebuah komunitas, makasih ya bukunya hehe ). Hampir semua bukunya menarik, tetapi saya memilih buku ini saja karena beberapa alasan. Pertama karena judulnya, kedua karena cover buku yang sederhana, ketiga karena tidak terlalu tebal, dan yang terakhir karena setelah saya baca kata pengantar serta da...

Hitungan Purnama bersama FIM Depok

Hah? Apa itu FIM? Semacam snack atau minuman kekinian? Wkwkwk. Bukan. FIM adalah kependekan dari Forum Indonesia Muda. Sebuah forum independen yang tentu saja isinya anak-anak muda, dari berbagai latar belakang, dengan segala keunikannya, dan forum ini merupakan gerakan kaderisasi kepemudaan. Sesuai judul, Depok merujuk pada salah satu regional. Buat yang mau lebi tau lebih lanjut soal FIM serta regionalnya, mampir aja ke webnya. Forumindonesiamuda.org Sebuah ketidaksengajaan ketika suatu malam, ada seorang senior mengirimkan jarkom serta poster pendaftaran volunteer FIM Depok, gelombang dua, dan kalau saya tidak salah…malam itu adalah satu hari sebelum penutupan. Saya baca dengan saksama, tidak dalam tempo singkat, dan saya kunjungi profil instagram @fimdepok. Hmm, dilihat dari syarat pendaftarannya sih, saya bisa. Masih pemuda, belum menyentuh usia 25 lagi. Singkat cerita, akhirnya saya mendaftar. Saya mendaftar sebagai volunteer FIM Depok, bersamaan dengan momen di mana saya...

Melihat Kembali: Terus Gerak!

       Saya berkesempatan baca buku-buku bagus sejak akhir tahun lalu sampai dengan pertengahan tahun ini. Sebagian   besar buku tersebut pengen banget saya review, tapi apa daya, sebagian kayanya wacana, sebagian lagi jadi draft di laptop, dan bisa keitung jari deh review yang akhirnya selesai terus naik ke media yang saya punya, kaya IG atau blog. Beberapa cuma saya munculin kutipan favoritnya, beberapa lagi catatannya ada di buku agenda pribadi. Jadi, dalam rangka memulai kembali, saya mau review singkat bukunya Austin Kleon, “ Keep Going: 10 Ways to stay Creative in Good Times and Bad ”. (Oiya, sebelumnya saya pernah ngangkat sedikit kutipan favorit Austion Kleon dari bukunya yang hits banget itu, Steal Like an Artist ).        Awalnya ‘nemu’ ada buku ini akibat penasaran sama Austin Kleon, karena sejak pertama baca buku Steal Like an Artist di 2018, saya iseng cari-cari bukunya di Ipusnas. Hasilnya? Saya nemu dua buku: Steal Like a...

Ingin Menjadi Penulis

 Dulu sekali, kurang lebih sekitar 10 tahun ke belakang (atau bahkan lebih), saya pernah punya cita-cita ingin menjadi penulis. Saya teringat saat duduk di kelas VIII, saya tiba-tiba semacam iseng menulis berbekal mengamati teman-teman satu kelas saat sedang jam pelajaran dan guru mata pelajaran sedang tidak hadir. Setelah tulisan itu selesai, saya coba perlihatkan ke beberapa kawan dekat saya, ya mereka mengapresiasi. Dari situ, saya akhirnya pernah ditunjuk untuk mengikuti lomba menulis cerpen saat guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, bu Catur, menanyakan apakah di kelas kami ada yang suka menulis. Salah satu teman langsung menyebut nama saya, setelahnya saya dipanggil ke ruang guru, menghadap beliau, diminta menulis cerpen, saya menulis dengan semampu saya, meskipun saya tahu akhirnya saya tidak pernah mengikuti lomba tersebut. Saat itu saya yang kurang pede pun tak ambil pusing, naskah itu tidak pernah saya sentuh lagi wkwk, padahal menulisnya cukup penuh perjuangan, ditulis t...

Tiba-tiba Menulis

     Baru tau kalau di laptop ini karena pake Ms. Word 2013 itu ada fitur template buat postingan blog. So , jadi saya coba aja biar ga penasaran. Sebelum pake template yang ini, sebelumnya saya cobain pake template proposal meskipun kemudian bingung pas ngisinya ahah, antara emang lagi ga ada inspirasi tulisan atau emang ga paham karena templatenya berbahasa Inggris wkwk.      Kemauan buat nulis blog buat saya itu memang kondisinya naik turun, kaya iman, kaya semangat, jadi yaa ada saat-saat di mana saya sama sekali engga sadar kalau udah punya blog dan sewajarnya sih ya dimanfaatkan itu blognya, jangan sampe waktu yang digunakan untuk membuat blog sebelumnya itu terbuang sia-sia karena blognya justru engga dimanfaatkan dengan maksimal, bahkan kaya dilupakan begitu aja. Kemauan yang naik turun itu dipengaruhi sama banyak faktor sih, karena belum menyisihkan waktu, lebih suka mengerjakan hal lain selain menulis di blog, atau karena emang bingung gitu ma...

Melihat Ulang: Buku “Taman Kehidupan”

       Pertama kali saya melihat judul buku itu adalah ketika suatu waktu membuka instagram dan sebuah postingan dari akun milik Amar Ar-Risalah muncul. Melirik sekilas judulnya agak menarik.   Postingan open order buku terbarunya, Taman Kehidupan. Mulanya hanya terpikir untuk sekadar kepo saja dengan hal apa yang ditulis dalam buku tersebut, biasanya akan terjelaskan dari beberapa postingan ke depan dalam rangka open order bukunya. Hingga tiba di open order kedua, setelah mempertimbangan beberapa hal dan saya pikir akhir-akhir ini belum membeli buku dan butuh untuk membaca buku yang baru, akhirnya saya memutuskan untuk ikut memesan buku bersama rekan satu asrama. Setelah itu, saya tidak memikirkan kapan buku itu sampai dan akan seperti apa bentuknya.      Sekian waktu berlalu, buku yang sudah dipesan datang juga, dengan packaging yang cukup rapi, beberapa buku dalam satu kotak kardus ala-ala hampers disertai beberapa kantung kecil yang terny...

Mimpi

 Sekitar 10 tahun lalu, memilik blog sendiri adalah salah satu mimpi saya. Membayangkan betapa indahnya memiliki laman sendiri dan bisa menulis sebanyak yang saya inginkan, kapanpun dan bisa dibaca oleh banyak orang. Ditambah sepertinya bisa mendapatkan penghasilan dari sana. Entah sih ya, itu hal yang layak dijadikan mimpi apa engga ahaha.  Tibalah setahun berikutnya, saya akhirnya memiliki blog meskipun awal mulanya karena tugas mata pelajaran TIK. Setelahnya saya lumayan rajin menulis, hampir seminggu minimal ada dua tulisan yang saya terbitkan. Keren bukan? wkwk. Walaupun saya tak peduli sih, yang penting saya menulis. Titik. Saya bisa membagikan apapun, bahkan menulis ulang materi di dalam buku LKS Bahasa Sunda. (penasaran dengan alamat blognya? wkwk lain waktu nanti saya bagikan ya, insyaAllah). Sudah 10 tahun yang lalu, sekarang saya sudah punya blog (lebih dari satu) etapi ternyata saya jadi tidak serajin dulu. Perlahan-lahan saya lupa kalau punya mimpi punya blog, set...