Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

S8: Masa Peralihan (SEGERA S9)

Alhamdulillah, kemarin saya ngecek nilai mata kuliah (satu-satunya) di semester 8....cukup membuat terharu. *Wkwk Masih tersisa satu perjuangan menuju tahap akhir....Skripsi dan masih dalam proses! Mohon doa ya :) Nah, berhubung semester 8 sudah selesai dan selama itu pula saya menuliskan kode S8 di setiap judul untuk tulisan saya di semester ini...akhirnya, harus berganti jadi S9. Bukan, itu bukan tipe handphone yang pre-order itu bukan. S9 lagi-lagi kode, saya masuk semester 9. Hmmm...loh ko 9? Ga lulus emang? Ya, seperti yang saya sempat singgung di atas...satu fase belum saya lalui, saya masih harus menempuh skripsi selama satu semester ini dan penambahan masa studi saya sudah berdasarkan banyak pertimbangan. Salah satu sebab yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk menambah satu semester lagi karena saya sedang diamanahkan sebagai ketua di lembaga legislatif tingkat kampus. So, karena syaratnya mahasiswa aktif...otomatis saya perpanjang masa studi saya. So, see you d...

S8: Selingan #TulisanKurniawanGunadi

Berterima kasih Ini seperti, kita telah melewati segala sesuatunya dengan baik. Sekalipun, pada saat itu, pada saat setiap kejadian yang telah lewat, kita merasa gagal. Suatu hari, semoga tumbuh di hati kita rasa syukur. Bersyukur atas diri sendiri, atas kesediaannya melewati semua ujian, atas kesediaannya untuk tetap maju meskipun sedikit, atas kemauannya untuk berubah. Dan suatu hari, kita akan mensyukuri. Bahwa kita telah melewati segala sesuatunya dengan baik. Memang bukan yang terbaik, ada kesalahan-kesalahannya. Tapi, kita bersedia mengambil dan menerima pembelajarannya. Menjadikannya pengetahuan yang membuat hidup kita berikutnya, tidak lagi keliru. Pada setiap keputusan yang diambil, juga pada saat mendapati hasil yang tak sesuai harapan. Berikutnya, kita akan berterima kasih pada orang-orang yang menjadi perantara-perantara tersebut. Orang yang pernah kita perjuangkan, tapi tak kita dapatkan. Orang yang pernah kita sanjung, tapi berkhianat. Orang yang kita sangka buruk...

S8: Seminggu Sekali #10MenerjemahkanMimpi

Awalnya, kebingungan sendiri, melakukan cukup banyak hal. Mencari tahu. Membaca, bertanya, menulis, mencari hiburan, merenung, berjalan-jalan, hingga memutuskan berdiam diri sendirian sambil menerka-nerka juga merencanakan sesuatu. Pekerjaan itu, semoga usaha yang berguna untuk menerjemahkan mimpi. bukan mimpi yang hanya berujuang pada kata, tetapi diiringi kerja, hingga menghasilkan karya. Pekerjaan menerjemahkan mimpi, bukanlah pekerjaan yang mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan sama sekali. Oleh karenanya, butuh komitmen dan kerja-kerja yang nyata demi mewujudkannya. Mewujudkan terjemahan yang tidak jauh beda atau persis sama sekali dengan apa yang pernah terukir dalam bingkai besar bernama mimpi. Pastikan tetap pada keyakinan bahwa mimpi adalah kunci untuk menaklukan dunia. " Bermimpilah setinggi langit, karena jika kamu terjatuh...kamu akan jatuh di antara bintang-bintang. " - Ir. Soekarno Pun, ketika kita kadang tidak begitu berani untuk berm...

S8: Seminggu Sekali #9Menghilang

" Menghilang !" Yap!. Satu... Dua... Tiga... Terus engga ilang-ilang. Ya,,,karena engga betulan menghilang. (Sumpeh ini random banget si) _________ Beberapa hari ini, entah kenapa perasaan "merasa random " itu muncul. Merasa 'kesakitan' ketika akhirnya banyak hal yang harusnya engga dipikirkan sampai segitunya, ya tapi malah dipikirkan gitu loh. Bisa jadi hal yang terlalu receh atau sebaliknya....hal yang terlalu besar, walaupun untuk beberapa hal memikirkan hal besar itu perlu dan harus. Nah, salah satu yang dipikirkan itu soal...hmm sebut saja menghilang. Menghilang? Iya, menghilang. Kepikiran soal itu, nanya-nanya ke diri sendiri, gimana kalau saya menghilang dan seterusnya. Terus berhenti pada pertanyaan " apa yang berubah ketika saya menghilang ?". Engga bisa dijawab sepenuhnya, belum ada jawaban yang memuaskan, dan mungkin memang kenyataannya demikian....siapa juga yang mau memikirkan apapun yang bakal kejadian ketika sesuatu m...

S8: Seminggu Sekali #8KutuLoncat

Tulisan ini saya buat di tahun lalu (2017), ditujukan untuk memenuhi penugasan mata kuliah Penulisan Populer.  Selamat membaca! :) Tahun 2017 merupakan satu tahun sebelum tahun memuncaknya banyak lobi politik dilakukan untuk menyambut tahun pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2019. Memuncaknya lobi politik tersebut tentu saja tidak lepas dari berbagai kepentingan yang jumlahnya tidak sedikit. Kepentingan tersebut dibawa oleh berbagai pihak dengan (tentu saja) latar belakang yang berbeda dengan kepentingan yang berbeda pula, hanya saja semua kepentingan tersebut biasanya agak berbelok sedikit dari kepentingan umum yang seharusnya menjadi fokus dalam berbagai agenda politik yang berhubungan dengan pelaksanaan negara. Bicara politik tentu tidak hanya bicara soal aktivitas yang berhubungan dengan pemerintahan, pengaturan kepentingan, penyebaran kekuasaan, dan hal-hal formal lainnya. Bicara soal politik artinya kita juga bicara soal aktor-aktor yang menjadi pelaku dalam ak...

S8: Selingan #PengingatDiri

Biarkan semuanya menjadi seperti sebelumnya. Tidak ada kata (sapa). Sebelumnya asing dan mungkin ada baiknya kembali asing. Ada alasan yang boleh jadi belum bisa dijelaskan. Ada hal-hal yang boleh jadi baiknya diketahui nanti, tidak hari ini. Tenang saja, ini bukan karena benci. Pun, ini bukan karena ingin memupuskan mimpi-mimpi. Egois mungkin rasanya. Satu pihak memutuskannya. Memutuskan untuk menutup diri. Belajar untuk menjauh, lagi. Bukan karena ingin mengakhiri, boleh jadi ini....untuk memulai sesuatu yang baru sama sekali. Menguji masing-masing diri. Yakinkah sudah saling mengenali? Yakinkah sudah saling memahami? Atau yakinkah sudah saling memiliki dan sama-sama berjanji untuk saling menasihati. Tenang saja, ini hanya sebagai pengingat bagi diri (sendiri). _____ @ulfa.rodiah Depok, Juni 2018

S8: Seminggu Sekali #7WahaiHati

Jika dikatakan hati manusia bagaikan air mendidih di atas bejana, memang demikian adanya. Tidak pernah ada yang tahu sepersekian detik hati manusia bisa berubah, entah menjadi lebih baik atau justru sebaliknya. Karenanya, tidak salah jika banyak manusia berdoa untuk selalu ditetapkan hatinya....karena ya, hati setidak tertebak itu. Jika merasa sedih dan lalai, berkatalah pada hati....wahai hati, berdamailah dan kalahkan kelalaian itu dengan banyak mengingat-Nya. Jika merasa bahagia hingga sangat bahagia, berkatalah pada hti....wahai hati, tidak usahlah berlebihan, secukupnya saja. Wahai hati......berlatihlah untuk menjadi kuat. * ntms _____ @ulfa.rodiah Depok, 3 Juni 2018